REDAKSI
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Saat ini, kita sudah mendekati akhir dari program GeMA Tahap IX. Pembaca yang setia mengikuti pembacaan Alkitab GeMA sejak Tahap I dan terus bertahan sampai akhir tahun ini berarti telah selesai membaca seluruh Alkitab sembilan kali. Kami berharap bahwa mengikuti program GeMA membuat kita memiliki gambaran tentang isi Alkitab secara keseluruhan. Diharapkan bahwa pembacaan seluruh Alkitab itu meyakinkan pembaca bahwa Alkitab adalah firman Allah yang bisa dimengerti dan relevan dengan kehidupan kita saat ini.
Pada edisi ini, kita akan bersama-sama menyelesaikan pembacaan kitab Nehemia dan membaca serta merenungkan kitab Ester, Zakharia, Maleakhi, surat 1-2 Petrus dan 1-3 Yohanes, Mazmur 107-118, serta mengikuti renungan khusus dalam rangka mengingat Hari Reformasi. Pembangunan tembok Yerusalem yang dipimpin oleh Nehemia ini mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur itu penting dan berkaitan dengan pembangunan rohani, Sekalipun Nehemia dan seluruh umat Israel menghadapi tantangan berat saat membangun, penyertaan Allah terlihat jelas. Kitab Ester mengingatkan bahwa Allah bekerja, tetapi cara kerja-Nya tidak selalu kita mengerti. Providensia atau pemeliharaan Allah sering hadir lewat hal-hal kecil yang tampak biasa. Kitab Zakharia memaparkan sikap TUHAN yang setia pada perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Nabi Maleakhi bukan hanya menegur kemerosotan rohani umat TUHAN, tetapi dia juga menubuatkan tentang kedatangan Sang Mesias dan utusan yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya. Surat 1-2 Petrus bukan hanya sekadar menghibur umat Allah yang tersebar dan mengalami penganiayaan, tetapi juga menguatkan mereka untuk melawan para penyesat serta menjalani cara hidup yang baik. Surat 1-3 Yohanes menunjukkan bahwa iman yang sejati adalah iman yang terekspresi dalam kehidupan nyata. Ortodoksi (pengajaran) harus sesuai dengan Ortopraksi (praktik hidup) dan terlihat nyata dalam Koinonia (persekutuan). Surat Yudas ditulis untuk mendorong jemaat agar tetap berjuang mempertahankan iman saat berhadapan dengan para penyesat yang menyusup ke dalam gereja dan menghasut para anggota jemaat untuk menyalahgunakan anugerah Allah guna melampiaskan hawa nafsu mereka. Pembacaan kitab Mazmur akan membangun iman kita serta menjadi sumber kekuatan saat kita menghadapi pergumulan hidup. Seri renungan khusus reformasi mengingatkan kita untuk kembali kepada prinsip-prinsip dasar reformasi. Semoga GeMA edisi ini tetap menjadi berkat bagi pembaca.
Bersatu Kita Teguh
Selasa, 1 September 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Nehemia 3
Sekilas, bacaan Alkitab hari ini terasa membosankan karena berisi daftar orang-orang yang terlibat dalam pembangunan kembali tembok Yerusalem. Namun, ketika membaca dengan teliti, kita akan menemukan dua pelajaran penting dari daftar pekerja dan pekerjaan pembangunan ini. Pelajaran pertama terkait dengan keterlibatan semua pihak dalam pembangunan. Selain mencatat keberagaman kota dan daerah asal para pekerja, pasal ini mencatat latar belakang mereka yang berbeda-beda. Kelompok pertama adalah kelompok pekerja rohani yang terdiri dari Imam Besar, para imam, orang Lewi, dan pelayan Bait Allah (3:1,17,26). Kelompok ini memberi sumbangsih dalam bentuk bimbingan rohani dan doa. Kelompok kedua adalah kelompok pedagang yang terlibat dalam pelayanan, mereka adalah tukang emas, pembuat minyak wangi, dan para pedagang (3:8,31-32). Selain mempersembahkan tenaga, kelompok ini adalah sumber pendanaan pembangunan. Kelompok ketiga adalah sejumlah penguasa wilayah (3:9,12,14-19) yang membantu pengamanan pembangunan. Selain mencatat daftar pekerja, pasal ini mencatat bagian-bagian tembok yang dikerjakan untuk menunjukkan bahwa semua pekerjaan dilakukan dengan teliti. Pelajaran pertama ini mengajarkan nilai penting persatuan dan kesehatian dalam membangun pelayanan.
Pelajaran kedua terkait dengan sikap mengandalkan Allah dalam pembangunan. Ada dua hal yang mengindikasikan Nehemia dan bangsa Israel mengandalkan Allah dalam pembangunan ini: Pertama, tindakan Imam Besar Elyasib menahbiskan pembangunan kembali Pintu Gerbang Domba, sebuah simbol memohon pertolongan dan berkat Allah dalam pembangunan itu. Kedua, pemilihan Pintu Gerbang Domba sebagai titik awal pembangunan. Gerbang ini adalah pintu paling dekat dari Bait Allah. Inilah gerbang yang dilewati bangsa Israel saat membawa anak domba untuk dipersembahkan kepada Allah di Bait Allah. Sebagai pusat kehidupan rohani bangsa Israel, Bait Allah mengingatkan umat Allah untuk mengandalkan Allah dalam pembangunan ini.
Selain menegaskan pentingnya bersandar kepada Allah dalam menjalankan pelayanan, kisah di atas juga menekankan nilai penting keterlibatan setiap orang dalam pelayanan di gereja. Tidak seorang pun yang tidak dibutuhkan dalam gereja dan tidak seorang pun yang tidak membutuhkan orang lain dalam gereja. Sayangnya, kenyataan menunjukkan bahwa hanya sekelompok kecil anggota jemaat yang secara aktif terlibat dalam pelayanan, sedangkan kelompok yang lebih besar memilih bersifat pasif dan hanya menunggu dilayani. Apakah Anda termasuk kelompok yang sudah melayani atau yang belum melayani? Kehendak Allah bagi Anda adalah keterlibatan aktif dalam pelayanan!