Ada orang yang menggambarkan kehidupan manusia seperti sebuah layang-layang. Agar bisa terbang tinggi, layang-layang harus melawan angin yang kuat. Layang-layang tidak boleh takut kepada angin, tetapi harus memanfaatkan angin untuk terbang lebih tinggi. Prinsip itulah yang terlihat dalam bacaan Alkitab hari ini. Saat bangsa Israel memulai proyek pembangunan, mereka menghadapi dua tantangan besar. Tantangan pertama datang dari luar, yakni dari musuh bangsa Israel yang tidak menyukai pembangunan ini. Mereka berusaha meruntuhkan mental bangsa Israel melalui ejekan bahwa bangsa Israel tidak mungkin menyelesaikan pembangunan itu. Jika mereka berhasil membangun tembok pun, tembok itu akan roboh jika disenggol oleh lompatan seekor anjing (4:1-4). Setelah sadar bahwa serangan pertama gagal, para musuh melancarkan serangan kedua berupa ancaman fisik. Mereka mengancam akan menyerang dan membuat kekacauan besar. Mereka mengulangi ancaman itu sebanyak sepuluh kali (4:8,12). Tantangan kedua jauh lebih berat dari tantangan pertama, yakni datang dari dalam bangsa Israel sendiri. Saat itu, bangsa Israel sudah mengalami kelelahan fisik dan mental untuk melanjutkan pembangunan tersebut (4:10).
Kedua tantangan tersebut tidak menghentikan pembangunan. Nehemia berhasil memimpin bangsa Israel mengatasi semua tantangan dan memanfaatkannya untuk mempercepat pembangunan. Hal pertama yang dilakukan Nehemia adalah berdoa (4:4,9). Doa menjadi sumber kekuatan bagi Nehemia dan bangsa Israel untuk mengatasi semua kesulitan. Selain berdoa, Nehemia mengingatkan bangsa Israel untuk bersandar pada pertolongan Allah dalam proyek itu. Nehemia berkata kepada bangsa Israel, "Jangan takut, .... Allah kita akan" kita!" (4:14,20). Nehemia bukan hanya berdoa, tetapi juga mengatur strategi pembangunan dan pertahanan sehingga dapat mempercepat pembangunan. Dengan berdoa, bersandar kepada Allah dan berusaha sekuat tenaga, Nehemia berhasil memimpin bangsa Israel menyelesaikan pembangunan di tengah tantangan yang berat.
Pengalaman Nehemia dan bangsa Israel di atas mengajarkan dua hal: Pertama, meskipun kita adalah umat Allah, kita tetap akan menghadapi banyak tantangan dan kesulitan di dalam kehidupan dan pelayanan. Kedua, doa adalah jalan utama bagi kita untuk mengalahkan masalah kehidupan. Saat berdoa, kita akan menerima kekuatan dari Allah (untuk bertahan di tengah kesulitan) dan hikmat surgawi untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Apakah Anda pernah mengalami pertolongan Allah melalui doa? Pergumulan apa yang sedang Anda hadapi? Berdoalah! Allah akan segera menolong Anda!