Mantan CEO IBM, yaitu Louise Vincent Gerstner, Jr., pernah mengemukakan perkataan yang menjadi populer, "People don’t do what you expect but what you inspect" (Orang tidak akan melakukan apa yang Anda harapkan, tetapi apa yang Anda awasi). Itulah kenyataan yang terlihat dalam perjalanan iman bangsa Israel. Di pasal sebelumnya, umat Israel baru saja mengikat perjanjian untuk setia kepada Allah. Selang beberapa waktu, mereka kembali kepada pola lama kehidupan iman yang dipenuhi penyimpangan dari ajaran Allah. Mereka mencemarkan Bait Allah dengan mengizinkan orang-orang asing menetap dalam kamar-kamar di Bait Allah (13:4-9). Kaum Lewi dan para imam ditelantarkan, sehingga mereka tidak lagi melaksanakan pelayanan rohani kepada umat Allah (13:10-13). Mereka melanggar kekudusan Sabat dengan melakukan perdagangan pada hari Sabat (13:15-22). Mereka mempraktikkan perkawinan campur dengan bangsa-bangsa asing sehingga iman mereka tercemar karena terpengaruh oleh orang-orang asing itu (13:23-27).
Menghadapi kondisi seperti di atas, Nehemia menunjukkan kepemimpinannya dalam membimbing bangsa Israel kembali ke jalan yang benar. Ada tiga hal yang dilakukan Nehemia: Pertama, membawa bangsa itu membaca firman Allah sebagai pedoman kehidupan mereka. Berdasarkan pembacaan tersebut, mereka ditegur karena kesalahan mereka dan dibimbing kepada pertobatan. Kedua, secara langsung menegur para pemimpin bangsa dan memimpin bangsa itu kembali ke jalan yang benar. Nehemia mengusir orang-orang asing dari Bait Allah, menghentikan aktivitas perdagangan pada hari Sabat, dan menyelesaikan masalah perkawinan campur dengan mengusir orang-orang asing dari komunitas bangsa Israel. Ketiga, mengaktifkan kembali kegiatan di Bait Allah sebagai pusat kehidupan iman bangsa Israel. Nehemia menempatkan kembali para imam, orang Lewi, dan pelayan lain untuk bertugas menjalankan aktivitas Bait Allah.
Gereja masa kini membutuhkan pemimpin seperti Nehemia yang tidak hanya memiliki visi pelayanan yang jelas dan kerohanian yang baik, tetapi juga kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk memimpin umat Allah bertumbuh dalam kehidupan dan pelayanan. Sama seperti bangsa Israel, gereja masa kini mungkin juga tergoda untuk meninggalkan visi pelayanan atau melakukan penyimpangan dari kebenaran. Kita semua wajib memberi sumbangsih positif bagi perkembangan gereja melalui tindakan nyata, baik dengan mengawasi pengajaran dan praktik bergereja maupun dengan terlibat langsung dalam pelayanan. Bagaimana dengan Anda: Sumbangsih apa yang sudah Anda berikan bagi perkembangan gereja?