Ester 2

Bukan Pahlawan Sempurna

11 September 2026
GI Astuti Fang

Kisah Ester bukanlah kisah percintaan istana yang romantis. Ester dan Mordekhai hidup di tengah intrik politik, di bawah kekuasaan raja yang temperamental. Bacalah kisah Ester dengan dua lensa--lensa dekat, dan lensa jauh--supaya kita memahami cara Allah memelihara umat-Nya. Lensa pertama adalah lensa yang menyoroti dari dekat. Setelah posisi ratu kosong, raja teringat akan Wasti, dan para penasihat mengusulkan pencarian ratu baru. Cara pencarian calon ratu baru berbeda dengan lomba kecantikan pada masa kini. Gadis-gadis muda yang cantik dikumpulkan berdasarkan dekret kerajaan (2:1-4). Para gadis disiapkan selama dua belas bulan (2:12), bermalam sekali dengan raja, lalu dikurung di harem seumur hidup tanpa pernah kembali ke rumah (2:13-14). Mengingat nasib Wasti yang menolak perintah raja, Mordekhai yang menempatkan Ester dalam sistem ini menyuruhnya menyembunyikan identitas Yahudinya (2:10). Apakah pesan ini merupakan kompromi atau kebijaksanaan? Alkitab tidak menjawab pertanyaan itu! Dalam konteks kelam inilah Ester hadir, dilempar ke sistem yang tidak pernah ia rancang.

Lensa kedua adalah lensa yang memandang dari jauh. Jauh sebelum pemecatan Wasti, Allah sudah bekerja dalam rentang waktu yang tak terlihat, walaupun bangsa Yahudi mungkin merasa bahwa Allah diam saja. Providensia bukan hanya kebetulan kecil yang berbaris rapi, melainkan rangkaian peristiwa yang baru terlihat maknanya belakangan: Pertama, kasih sayang yang diterima Ester bukan sekadar kebetulan. Ester--nama Yahudinya Hadasah--adalah yatim piatu yang diasuh Mordekhai (2:7). Ia hidup sebagai diaspora sebelum pencarian pengganti Wasti mengubah hidupnya. Di istana, ia mendapat kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya (2:9,15,17). Di antara semua gadis, hanya ia yang tidak meminta apa pun selain yang disarankan oleh Hegai (2:15). Ia seorang yang rendah hati. Anugerah dan karakter bekerja bersama, bukan saling meniadakan. Kedua, posisi Mordekhai bukan kebetulan. Ia berada di tempat yang tepat untuk memantau Ester (2:11), bahkan ia berhasil membongkar rencana pembunuhan raja (2:19-23), meskipun penghargaannya tertunda hingga pasal 6.

Kita pun perlu memandang hidup kita dengan dua lensa. Dari dekat, mungkin yang terlihat hanya keputusan terpaksa dan situasi yang jauh dari ideal. Akan tetapi, Allah tidak menunggu keadaan sempurna sebelum mulai berkarya. Persoalannya, Apakah Anda percaya bahwa TUHAN sedang merajut kebaikan bagi hidup Anda, sekalipun karya-Nya belum bisa dipahami? Berdoalah memohon kepekaan untuk bisa memahami tindakan Allah! Apakah Anda sudah mempercayakan semua pergumulan Anda kepada-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design