Haman telah mati, tetapi ancaman belum usai. Kitab Ester mengingatkan bahwa Allah tidak hanya menjatuhkan musuh, tetapi Ia menuntaskan keselamatan kita. Di balik layar sejarah, Allah yang "tak disebut" tetap Allah yang setia. Di meja perjamuan, Ester berdiri sebagai pengantara bagi bangsanya. Ia mempertaruhkan nyawa demi umatnya (7:3-6). Pada waktu-Nya, kejahatan Haman terbongkar. Haman akhirnya digantung di tiang gantungan yang ia siapkan. Benarlah kata pemazmur bahwa orang fasik jatuh ke lubang yang digalinya sendiri (Mazmur 7:16). Keadilan Allah tidak pernah terlambat: Allah selalu tepat waktu! Namun, kematian Haman tidak menghapus dekret maut yang telanjur beredar. Hukum Persia tidak bisa dibatalkan. Oleh karena itu, sebuah dekret tandingan harus dikeluarkan (Nehemia 8:5-8). Ini rahasianya: Allah tidak pernah setengah-setengah dalam menyelamatkan. Namun, perhatikan batasnya: Dekret lama tidak pernah benar-benar dihapus, tetapi ia harus dilawan dengan dekret baru. Dua hukum berjalan berdampingan, dan umat Yahudi harus berjuang di hari yang telah ditetapkan. Ester hanya bayangan yang lemah dari apa yang kita miliki di dalam Kristus. Sama seperti Ester berani menghadap raja dunia dengan taruhan nyawanya, kita memiliki Yesus Kristus, Sang Pengantara Agung yang jauh lebih besar (1 Timotius 2:5). Perbedaannya, Kristus tidak sekadar melawan dekret dosa dengan dekret tandingan, tetapi Ia menghapus dekret dosa sepenuhnya, "menghapuskan surat utang yang mendakwa kita dengan ketentuan-ketentuan hukum" (Kolose 2:14), serta membebaskan kita dari hukum dosa dan hukum maut (Roma 8:2). Ia mengalahkan maut demi kita, sehingga tidak ada lagi dekret dosa yang tersisa untuk mengancam jiwa mereka yang telah ditebus-Nya.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, ratapan telah berubah menjadi sukacita dan ketakutan telah menjadi pengharapan. Saat hidup Anda dikepung oleh ketidakpastian, ingatlah bahwa pengharapan kita tidak didasarkan pada seberapa cepat keadaan berubah, tetapi disandarkan pada Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Apakah Anda saat ini sedang menghadapi persoalan berat? Apakah Anda sedang berada di "paragraf kedua" masalah Anda: musuh atau masalah utama tampak sudah selesai, tetapi dampak masalah tersebut masih menjadi ancaman? Apakah Anda sudah berdoa, tetapi surat utang belum lunas, vonis dokter belum berubah, atau konflik keluarga belum reda? Kisah Ester mengajar kita untuk tidak panik saat masalah tidak bisa diselesaikan dalam semalam. Allah tidak bekerja setengah jalan. Bagian kita bukan mendikte waktu Tuhan, melainkan melangkah dengan iman di tengah ketidakpastian.