Zakharia 5-6

Kekudusan Umat & Takhta Sang Raja-Imam

19 September 2026
Pdt. Immanuel Agus Handoko

Melalui penglihatan keenam sampai kedelapan, TUHAN Semesta Alam menunjukkan kekuasaan-Nya dalam koridor keadilan-Nya, baik kepada umat perjanjian-Nya maupun kepada bangsa-bangsa lain: Pertama, Dia menyatakan keadilan-Nya dengan menghukum setiap orang yang berbuat dosa, yaitu mencuri dan bersumpah palsu (5:3). Kedua, Dia menghendaki agar umat-Nya membuang dosa dari kehidupan mereka. Hal itu digambarkan dalam penglihatan ketujuh (5:5-11). Artinya, tuntutan keadilan membuat TUHAN menghendaki agar umat-Nya menyingkirkan kejahatan dan hidup dalam kekudusan. Ketiga, Dia menginginkan agar umat-Nya menundukkan diri kepada TUHAN dan menempatkan Dia sebagai Raja. Hal itu dinyatakan di dalam penglihatan kedelapan (6:1-8) yang puncaknya--Imam Besar Yosua dimahkotai (6:9-15)--merupakan gambaran peran Sang Mesias sebagai Imam dan Raja.

Sejarah Israel--bahkan seluruh umat manusia--membuktikan bahwa manusia mustahil hidup dalam kekudusan. Upaya apa pun yang dilakukan untuk hidup benar hanya akan membuat manusia makin terjerumus ke dalam dosa. Akibatnya, keadilan Allah merupakan kengerian bagi manusia karena tidak ada seorang pun yang mampu memenuhi tuntutan keadilan Allah. Dalam Zakharia 6:9-15, Tuhan memakai pembangunan Bait Allah yang sedang dijalankan itu sebagai metafora atau gambaran bagi pendirian Bait Allah secara rohani. Mesias yang disebut Sang Tunas akan mendirikan Bait Allah itu. Dialah Imam yang mendapat keagungan dan duduk memerintah di atas takhta-Nya (6:12-13). Mesias akan menjalankan peran sebagai Imam dan Raja. Dia bukan Imam yang mempersembahkan domba untuk pengudusan diri-Nya, tetapi Dia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban (Ibrani 7:25-27). Oleh sebab itu, pengudusan tidak dimulai dari keinginan dan upaya kita, tetapi dari pengurbanan Kristus sebagai Anak Domba yang disembelih untuk pengampunan dosa manusia. Pengudusan--dalam pengertian hidup dalam kesetiaan mendengarkan Dia dan mengikuti pimpinan-Nya--hanya dimungkinkan saat kita menempatkan Dia sebagai Raja, Penguasa, dan Pemimpin atas hidup kita. Itulah buah pengudusan yang Tuhan Yesus lakukan sebagai Imam. Oleh karena itu, pengudusan kita--sebagai respons atas keadilan Allah--adalah dengan iman, bahwa kita menjadi umat-Nya bukan karena reputasi atau kebaikan kita, tetapi karena anugerah keselamatan dari Sang Tunas, yaitu Imam yang telah mengurbankan diri-Nya. Pengudusan dilakukan dengan menjadikan Dia sebagai Raja dalam hidup kita. Apakah Kristus sudah menjadi Raja dalam hidup Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design