Zakharia 13-14

Kehadiran Kerajaan Allah, Pengudusan Umat

23 September 2026
Pdt. Immanuel Agus Handoko

Pasal 13-14 mengungkapkan puncak keinginan TUHAN Semesta Alam kepada umat-Nya. Dia menjanjikan terbukanya mata air yang membasuh segala dosa dan kecemaran serta memurnikan mereka. TUHAN akan membuat mereka menjadi umat Allah yang kudus, dan Dia akan menjadi Raja mereka (lihat 13:9). Pemurnian itu akan membuat mereka meninggalkan penyembahan berhala yang menjauhkan mereka dari Allah yang sejati. Kudus berarti dipisahkan dan dikhususkan. Umat Allah akan mengalami pemurnian sehingga hati dan hidup mereka hanya merajakan TUHAN yang sejati, yang mengadakan perjanjian dengan umat-Nya, dan yang setia pada perjanjian-Nya. Seluruh Kitab Zakharia menggambarkan secara gamblang bahwa Allah adalah TUHAN Semesta Alam, Penguasa yang setia memanggil dan memulihkan umat-Nya. Pemulihan itu berdampak pada pengudusan yang membuat mereka layak menjadi umat Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Hal ini juga berlaku bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Iman kepada Kristus akan memotivasi kita untuk merajakan Dia. Hal itu juga berarti bahwa kita harus siap memasuki proses pengudusan dari Tuhan. Pengudusan ini terkadang terasa menyakitkan karena kita harus menanggalkan dan meninggalkan hal-hal yang tidak sesuai dengan citra kita sebagai umat Allah, termasuk hal-hal yang sangat kita sukai serta hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan kita. Tuhan melakukannya agar kita menjadi umat yang kudus bagi-Nya.

Pasal 14 menutup seluruh penulisan kitab Zakharia dengan visi eskatologis yang agung, yaitu TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi. Segala sesuatu--bahkan hal kecil seperti kerincingan kuda dan kuali di Rumah TUHAN--akan dikuduskan bagi Dia. Hal itu menggambarkan bahwa Tuhan menghendaki kita menjadi umat-Nya seutuhnya, tanpa sedikit pun celah yang kita sembunyikan dari Dia. Dengan sikap demikian, kita dipanggil untuk berperan dalam mengakui Dia sebagai Raja atas seluruh bumi (14:9, bandingkan dengan ayat 21). Umat Israel yang Ia pilih dan Ia sayangi telah Ia panggil untuk mengadakan perjanjian dengan Dia. Akan tetapi, mereka memberontak dan menghina Dia. Oleh karena itu, Dia memanggil yang tersisa untuk menjadi umat-Nya. Melalui sisa inilah, Dia memanggil segala bangsa untuk datang menyembah kepada-Nya (14:16). Sebagai umat Allah, kita harus menyerahkan seluruh diri kita untuk memancarkan citra sebagai umat-Nya, sehingga segala bangsa percaya kepada-Nya. Apakah Anda sudah mempersembahkan seantero diri Anda untuk menjadi umat Allah yang berperan membawa bangsa-bangsa menjadi percaya kepada-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design