TUHAN seolah-olah berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa untuk menegakkan keadilan di dunia yang berdosa ini. Itulah pemahaman kaum Yehuda saat melihat kehidupan orang fasik yang amat mujur dan terluput dari hukuman, padahal mereka melakukan banyak dosa, bahkan mencobai TUHAN. Oleh karena itu, muncul kesimpulan bahwa orang sombong itu berbahagia (3:15). Paham skeptis menjalar demikian cepat di antara umat Allah yang--di satu sisi--melihat realitas semu kehidupan orang fasik yang terlihat makmur dan tidak bermasalah. Di sisi lain, mereka tidak berakar kuat dalam pemahaman firman Tuhan, tidak setia, dan tidak beribadah dari kedalaman hati mereka (3:16-18). Masalah kaum Yehuda yang sangat akut dan berbahaya ini juga bisa terjadi dalam kehidupan umat Allah pada masa kini.
TUHAN yang menyatakan diri kepada umat Israel adalah Pencipta Langit dan Bumi yang berdaulat mengatur seluruh ciptaan. Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah dengan maksud mulia, yaitu agar manusia menjalankan fungsi sebagai wakil Allah atas seluruh ciptaan. Namun, kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat TUHAN memilih Israel untuk menjalankan fungsi sebagai wakil Allah dengan hidup benar di hadapan-Nya. Kesadaran ini seharusnya dimiliki umat-Nya, apa lagi "Tuhan memperhatikan dan mendengarnya, sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi yang menghormati nama-Nya." (3:16). Inilah inti berita kenabian Maleakhi yang mengingatkan Yehuda bahwa TUHAN mencatat setiap detail perbuatan umat-Nya yang menunjukkan siapa milik kepunyaan-Nya. Akan terlihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya (3:17-18).
TUHAN memiliki rencana yang indah buat kehidupan umat-Nya, sebab Dialah yang menentukan sejarah manusia. Dalam rencana agung-Nya, Dia menetapkan suatu hari yang disebut "hari TUHAN", saat Dia mengutus nabi Elia untuk membuat hati umat-Nya berbalik dan bertobat menjalankan hidup yang berkenan kepada-Nya (4:5-6). Kedatangan hari TUHAN itu dahsyat, seperti api yang membakar semua kefasikan, tetapi juga seperti terbitnya surya yang mengobarkan semangat mengasihi TUHAN dalam kebenaran sejati. TUHAN akan hadir langsung dan berkarya dalam hati umat-Nya untuk mengubah hidup mereka, sehingga Taurat yang tertulis di loh-loh batu akan tertulis dalam loh-loh daging, yaitu hati umat Allah. Inilah kemenangan orang benar di hari TUHAN! Apakah ketetapan dan hukum TUHAN telah menjadi kebenaran yang terwujud dalam hidup Anda?