1 Petrus 5

Gembalakanlah Kawanan Domba Allah

1 Oktober 2026
GI Samuel Joko Suharyono

Bayangkan seorang anak kecil yang bersikeras membawa sendiri tas bawaannya yang sangat berat. Meskipun langkahnya gontai dan napasnya tersengal, dengan keras kepala, ia menolak bantuan karena merasa mampu membawa sendiri. Tanpa kita sadari, di hadapan Tuhan, kita sering bersikap seperti itu. Di tengah berbagai tuntutan hidup yang mengimpit, persoalan keluarga yang rumit, dan tekanan di tempat kerja yang menumpuk, kita bersikeras memikul sendiri beban kecemasan itu dengan kekuatan diri sendiri. Rasul Petrus menutup surat pertamanya dengan panggilan untuk melepaskan genggaman tangan kita dari segala kepenatan dan menaruh beban kita ke dalam kedaulatan Allah.

Bacaan Alkitab hari ini menunjukkan akar terdalam dari kecemasan manusia, yaitu kesombongan batin yang sering terselubung. Sebelum meminta anggota jemaat membuang kekhawatiran, Rasul Petrus terlebih dahulu meletakkan fondasi teologis tentang kerendahhatian, "Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu." (5:6-7). Menyerahkan kekhawatiran bukanlah tindakan membuang tanggung jawab atau bersikap pasif menyerah pada keadaan. Akan tetapi, menyerahkan kekhawatiran merupakan wujud ketundukan rohani. Dengan menyerahkan kekhawatiran, kita dengan jujur mengakui keterbatasan kekuatan manusiawi kita, sekaligus mengakui kedaulatan Tuhan yang mutlak atas hidup kita. Kristus yang dahulu telah menebus dosa kita melalui kematian-Nya di kayu salib adalah Tuhan yang saat ini sedang merajut serta menjaga kehidupan kita.

Ingatlah bahwa kerendahhatian yang sejati pasti akan terpancar dalam kehidupan sehari-hari. Para pemimpin dipanggil untuk menggembalakan kawanan domba Allah dengan ketulusan dan dengan menjadi teladan hidup. Sementara itu, anggota jemaat dari berbagai lapisan dipanggil untuk saling menundukkan diri dan saling melayani dalam persekutuan dan pemuridan agar iman semakin bertumbuh. Di saat bersamaan, kita harus senantiasa waspada karena Iblis terus berkeliling mengaum mencari celah dari kelemahan kita (5:8). Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk melawan serangan si jahat dengan keteguhan iman dan dengan bersandar penuh pada kasih karunia Kristus? Sadarilah sungguh-sungguh bahwa penderitaan yang kita alami saat ini adalah bagian dari proses pembentukan yang bersifat sementara. Pada akhirnya, Allah sumber segala anugerah akan memulihkan, meneguhkan, dan mengokohkan fondasi jiwa Anda. Berdirilah dengan teguh selamanya dalam anugerah-Nya!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design