Pengajaran sesat--cikal bakal Gnostisisme dan Doketisme--merajalela dalam gereja saat itu. Mereka menyangkal keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi Manusia. Mereka beranggapan bahwa Yesus Kristus hanya berwujud rohani semata serta menolak keras keyakinan bahwa Kristus datang dalam wujud daging, sehingga ajaran mereka membingungkan jemaat pada masa itu. Oleh karena itu, Rasul Yohanes mengingatkan jemaat agar menguji setiap ajaran dan tidak langsung percaya (4:1). Ia menegaskan bahwa Kristus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia (4:2). Kristus berasal dari Allah, bahkan Ia sendiri adalah Allah yang sejati (bandingkan dengan Yohanes 1:1). Roh di dalam diri orang percaya--yang membuat ia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia--berasal dari Allah (4:2). Yohanes menyebut para pengajar palsu sebagai antikristus yang tidak berasal dari Allah karena mereka menyangkali kebenaran hakiki tentang inkarnasi Kristus (4:3).
Selanjutnya, Rasul Yohanes kembali menekankan tentang tema kasih. Allah adalah kasih. Oleh karena itu, tanda bahwa seseorang lahir dari Allah dan mengenal Allah adalah kehidupan yang saling mengasihi (4:7-8). Kasih adalah karakter utama Allah, dan kasih-Nya kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya diwujudkan dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita memperoleh hidup di dalam Dia. Sekalipun manusia tidak dapat melihat Allah, jika orang percaya mempraktikkan kasih--yang telah diterima dari Allah--kepada sesama, berarti Allah ada di dalam diri mereka, dan mereka di dalam Allah. Itulah sebabnya, Rasul Yohanes dengan tegas menekankan bahwa siapa pun yang mengaku mengasihi Allah harus mengasihi saudaranya. Kasih bukan hanya sekadar pengetahuan, melainkan sebuah tindakan nyata yang diwujudkan dalam komunitas orang percaya.
Bacaan Alkitab hari ini terdiri dari dua bagian mendasar, yakni: Pertama, Kristus adalah Allah yang berinkarnasi dan mengungkapkan kasih Allah yang sempurna kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kedua, Allah adalah kasih dan kasih-Nya telah dinyatakan di dalam Kristus. Ia terlebih dahulu mengasihi kita dengan memberikan Anak tunggal-Nya. Oleh karena itu, setiap orang percaya yang mengaku mengasihi Allah, harus mempraktikkan kasih. Apakah Anda yakin bahwa Kristus adalah Allah sejati yang berinkarnasi? Apakah Anda sudah menjadi duta kasih Kristus di tengah komunitas tempat Anda berada, termasuk dalam keluarga, pekerjaan, gereja, dan masyarakat?