Tindakan pembebasan dari Mesir merupakan awal yang baru bagi umat Allah. Mereka mengalami penyertaan Allah yang hidup, yang mendengar seruan mereka dan membebaskan mereka dari kesengsaraan di tempat mereka diperbudak. Dari kondisi sebagai budak yang hina dan sengsara, mereka menjadi milik TUHAN. Tanah Yehuda menjadi tempat kudus, tempat Allah berdiam, dan Israel menjadi wilayah kekuasaan Allah (114:2). Allah berkenan hadir di antara umat Israel, berbicara kepada mereka, menjaga mereka, memberikan kemenangan atas musuh, mengadakan perjanjian dengan mereka, dan membawa mereka memasuki Tanah Perjanjian. Umat Israel sangat beruntung! Saat menyelamatkan umat Israel, Allah melakukan banyak perbuatan ajaib yang tidak boleh mereka lupakan. Sebaliknya, mereka harus menceritakan perbuatan ajaib itu serta harus bersyukur senantiasa.
Kemahakuasaan Allah digambarkan dengan bahasa puitis yang luar biasa. Alam "takut" kepada Allah. Laut melarikan diri. Sungai Yordan berbalik ke hulu (114:3). Laut di sini menunjuk kepada Laut Teberau yang dibelah Allah supaya umat Israel dapat melintas (Keluaran 14:21). Sungai Yordan yang berbalik ke hulu terjadi saat Allah membawa orang Israel memasuki Tanah Kanaan (Yosua 3:16). Kemungkinan besar, ungkapan "gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan dan bukit-bukit seperti anak domba" (Mazmur 114:4) menunjuk pada peristiwa yang terjadi saat Allah memberikan hukum-hukum-Nya kepada umat Israel. Saat itu, terjadi gempa bumi dan gunung-gunung bergoyang (Keluaran 19:16-18). Pemazmur mengulang ide tentang alam yang takut kepada Allah dengan bertanya kepada laut dan sungai mengapa mereka melarikan diri dan berbalik. Pemazmur juga bertanya kepada gunung-gunung dan bukit-bukit (Mazmur 114:5-6). Pemazmur meminta agar seluruh bumi gemetar di hadapan TUHAN (114:7). Kata "gemetar" menunjuk pada perasaan takut dan hormat kepada TUHAN, Sang Pencipta yang berkuasa atas ciptaan-Nya. Pemazmur menutup mazmur ini dengan mengingatkan bahwa Allah pernah memberi umat Israel minum dari gunung batu yang keras ketika mereka kehausan di padang gurun (Keluaran 17:1-7). Perhatikan bahwa dalam bacaan Alkitab hari ini, alam yang tidak memiliki akal digambarkan sebagai memiliki rasa "takut" kepada Allah. Oleh karena itu, merupakan suatu ironi bila manusia tidak takut kepada Allah, tetapi takut kepada alam, sehingga alam dipuja dan disembah, seakan-akan alam lebih berkuasa daripada Allah. Saat Anda memperhatikan kedahsyatan alam, apakah Anda dapat melihat kebesaran Allah yang menciptakan alam semesta?