Mazmur 116

Allah Berduka

22 Oktober 2026
GI Wirawaty Yaputri

Pemazmur memulai Mazmur 116 ini dengan sebuah pernyataan bahwa ia mengasihi TUHAN, sebab TUHAN mendengarkan suara dan permohonannya (116:1). Pernyataan ini menunjukkan iman pemazmur bahwa TUHAN selalu mendengarkan doanya. Mendengarkan doa tidak selalu berarti mengabulkan permintaan kita. Tuhan pasti mendengar doa kita, tetapi Ia tidak selalu memberikan apa yang kita minta karena Ia memiliki rencana yang jauh lebih indah daripada apa yang kita pikirkan. Bila Tuhan mengabulkan permintaan kita, Ia pasti memiliki rencana yang baik melalui hal itu.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah bukan hanya mendengarkan doa pemazmur, tetapi juga mengabulkannya. Pemazmur mengalami keadaan saat maut mendekat, dan ia takut menghadapi kematian (116:3). Kemungkinan, pemazmur menderita sakit yang amat berat, dan ia terus berseru memohon agar Tuhan meluputkan dia dari maut, lalu Tuhan mendengar dan mengabulkan permohonannya. Ia lolos dari maut dan tetap hidup (116:4-9). Setelah mengalami pertolongan yang luar biasa dari TUHAN, pemazmur menyadari satu hal, yaitu bahwa di mata TUHAN, kematian orang yang dikasihi-Nya adalah sesuatu yang berat. Oleh karena itu, TUHAN tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya mengalami kematian dengan mudah (116:15). Siapakah orang yang dikasihi TUHAN? Kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi "orang yang dikasihi" bisa pula diterjemahkan menjadi orang yang setia atau kudus atau saleh. Orang yang beriman kepada Allah adalah orang yang dikuduskan oleh darah Kristus. Orang-orang saleh dalam Perjanjian Lama juga merupakan orang yang kudus, bukan karena mereka melakukan Hukum Taurat, tetapi karena mereka percaya kepada Allah. Pemazmur sadar bahwa TUHAN merasa berat bila ada orang kudus yang meninggal. Oleh karena itu, dalam banyak peristiwa, TUHAN memulihkan atau menyembuhkan orang sakit yang berseru-seru kepada-Nya. Yesus Kristus--Allah yang menjadi Manusia--juga merasa berat saat menyaksikan kematian orang yang Ia kasihi. Contoh yang paling jelas adalah saat Lazarus mati. Kasih kepada manusia dan rasa berat menyaksikan kematian orang yang Ia kasihi itu membuat Allah rela datang ke dunia untuk memberikan hidup yang kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya. Apakah fakta bahwa Allah merasa berat menyaksikan kematian orang yang Ia kasihi itu telah mendorong Anda untuk tidak ragu-ragu mendoakan orang yang sakit? Apakah Anda sudah secara aktif memberitakan Yesus Kristus kepada orang-orang yang belum percaya, agar mereka juga mendapat hidup yang kekal dan menjadi orang yang dikasihi Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design