"Meskipun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu, ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan."
-- Wahyu 2:4?5a
Gereja Efesus adalah gereja yang luar biasa: kuat dalam pelayanan, tegas melawan ajaran palsu, rajin dalam pekerjaan Tuhan. Dilihat dari luar, gereja ini tampak "sehat." Namun, Tuhan Yesus melihat lebih dalam dan menemukan bahwa mereka kehilangan yang paling penting, yaitu kasih mula-mula. Tragedi rohani seperti ini sering menimpa gereja yang sudah "direformasi." Gereja bisa benar secara teologi, tetapi dingin dalam hal kasih. Kebenaran dibela dengan roh yang keras dan hati yang kering. Kita bisa berkhotbah tentang kasih karunia, tetapi lupa menunjukkan kasih dalam cara hidup. John Stott dengan tajam menulis, "Kebenaran menjadi keras jika tidak dilunakkan oleh kasih, dan kasih menjadi lembek jika tidak diperkuat oleh kebenaran."
Kasih dan kebenaran bukan musuh, melainkan dua sisi dari iman yang hidup. Sekuat apapun pengajarannya, gereja yang kehilangan kasih akan kehilangan daya hidupnya. Martin Bucer (1491?1551) pernah menulis, "Gereja sejati selalu melakukan reformasi karena ia selalu bertobat." Gereja berhenti diperbarui bila gereja kehilangan air mata pertobatan. Selain menegur, Tuhan Yesus memberikan tiga langkah pemulihan bagi Gereja Efesus: Pertama, ingatlah ? sadari betapa jauh engkau telah jatuh dari kasih semula. Kedua, bertobatlah ? ubah arah, bukan hanya merasa bersalah. Ketiga, lakukan kembali ? kesetiaan yang dahulu dijalani dengan kasih.
Teguran Kristus bukan dimaksudkan untuk menghukum, tetapi untuk memulihkan. Ia berkata, "Jika tidak demikian, ... Aku akan mengambil kaki pelitamu dari tempatnya." (2:5b). Artinya, gereja yang kehilangan kasih akan kehilangan terang -- karena terang itu berasal dari Kristus sendiri, bukan dari aktivitas atau struktur. Apakah Anda masih mengasihi Kristus sama seperti saat Anda diselamatkan? Apakah Anda mencintai pelayanan atau mencintai posisi dan reputasi gereja Anda? Tanpa kasih, pembaruan hanyalah topeng. Tanpa kasih, ortodoksi hanyalah keangkuhan rohani. Tanpa kasih, reformasi hanyalah kebanggaan sejarah. Yang Tuhan rindukan bukan hanya gereja yang benar, tetapi gereja yang hangat, hidup, dan mencintai Dia dengan segenap hati!