Mazmur 119:145-176

Mendapatkan Damai

5 November 2026
GI Wirawaty Yaputri

Setelah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, kita memiliki damai sejahtera karena kita sudah dibenarkan dan didamaikan dengan Allah yang Kudus. Namun, damai sejahtera dalam hati kita itu bisa hilang saat kita menghadapi masalah atau pergumulan. Bagaimana cara kita menjaga agar damai sejahtera itu tetap ada dalam hati kita? Pemazmur berkata, "Besarlah damai sejahtera bagi orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka." (119:165). Pemazmur percaya dan sudah mengalami bahwa Taurat atau firman Tuhan itulah yang memberikan damai sejahtera. Masalahnya, banyak orang percaya yang tidak suka merenungkan firman TUHAN, apa lagi melakukan firman TUHAN. Firman TUHAN dianggap tidak menarik atau membosankan bila dibandingkan dengan berbagai macam hiburan yang tersedia di media sosial. Hal itulah yang membuat firman Tuhan makin ditinggalkan. Banyak orang percaya yang jarang sekali membaca firman TUHAN, apa lagi merenungkannya. Banyak orang percaya yang hidupnya tidak lagi berdasarkan kebenaran firman TUHAN. Persoalan atau masalah hidup mudah sekali membuat orang kehilangan damai sejahtera. Makin hari makin banyak orang yang mengalami anxiety (kekhawatiran berlebihan yang sampai mempengaruhi fisik) dan depresi. Firman TUHAN seakan-akan tidak lagi memiliki kuasa dalam kehidupan mereka. Sebenarnya hal ini bukan karena firman Tuhan tidak berkuasa, tetapi karena mereka mengabaikan firman TUHAN yang berkuasa.

Kehidupan pemazmur tidak selalu baik-baik saja. Ia mengalami penindasan (119:107,121,134), menghadapi bahaya (119:109), mengalami kesusahan dan kesesakan (119:143), dan dikejar musuh (119:150, 157,161). Akan tetapi, pemazmur tetap mengalami damai sejahtera dari TUHAN yang membuat ia bisa terus bertahan, bahkan ia bisa bersaksi dan memuji-muji TUHAN. Selain mendapat damai sejahtera dari firman TUHAN, pemazmur juga berkata bahwa orang yang mecintai Taurat TUHAN tidak akan tersandung (119:165). Dalam bacaan Alkitab sebelumnya, firman TUHAN diumpamakan sebagai pelita dan terang bagi jalannya (119:105). Firman TUHAN yang menerangi jalan membuat pemazmur tidak tersandung. Perkataan "tersandung" di sini bukan dalam arti harafiah, tetapi sebagai perumpamaan untuk menjelaskan bahwa orang yang mencintai, merenungkan, dan melakukan firman Tuhan tidak akan jatuh ke dalam berbagai jerat atau dosa. Apakah Anda mencintai firman TUHAN? Apakah Anda menerapkan firman TUHAN dalam kehidupan Anda? Apakah hidup Anda sudah dipenuhi damai sejahtera dari firman TUHAN?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design