Yunus 2

Anugerah Allah

2 Februari 2026
Pdt. Iwan Catur Wibowo

Kisah Nabi Yunus melarikan diri di pasal 1 membuktikan bahwa seorang yang saleh, bahkan seorang nabi, juga bisa gagal memahami anugerah atau kasih karunia Allah. Di pasal 2, Yunus mulai paham. Hal itu tampak dari doa syukur yang ia panjatkan di dalam perut ikan. Nabi Yunus mengakui bahwa ia menghadapi situasi tanpa harapan karena tidak ada yang bisa ia lakukan lagi (2:1-7). Semua yang ia banggakan dan ia andalkan dalam hidupnya—statusnya sebagai orang Yahudi maupun kesalehannya—tidak bisa menyelamatkan dirinya dari kematian. Saat itulah, Nabi Yunus teringat kepada Tuhan dan berharap bahwa doanya sampai di bait Allah yang kudus (2:7). Hal ini menunjukkan pengakuan dosa dan momen pertobatannya karena di bait Allah itu terdapat Tempat Mahakudus, yaitu tempat darah binatang dipersembahkan oleh imam besar untuk pengampunan dosa umat Israel. Nabi Yunus mengakui bahwa bisa keluar dari perut ikan itu hanya bisa terjadi semata-mata karena anugerah Tuhan (2:6b).

Nabi Yunus berdoa: "Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia." (Yunus 2:8). Dalam Alkitab bahasa Ibrani, kalimat doa ini secara lebih jelas menunjukkan bahwa Nabi Yunus menyebut orang-orang Niniwe yang menyembah berhala sebagai orang-orang yang telah "meninggalkan hesed". Hesed adalah kata Ibrani untuk kasih perjanjian Allah yang menggambarkan anugerah-Nya yang menebus dan tidak bersyarat, yang Ia berikan kepada umat Israel. Jadi, di ayat 8 ini, Nabi Yunus berkata bahwa orang-orang Niniwe itu telah meninggalkan "anugerah mereka sendiri". Artinya, Nabi Yunus menyadari dan menerima kenyataan bahwa anugerah Allah bagi bangsanya itu juga tersedia bagi penduduk Niniwe. Dengan kesadaran ini, ia menambahkan, "Keselamatan adalah dari TUHAN!" Keselamatan tidak hanya untuk satu ras atau satu bangsa dan tidak didapat berdasarkan perbuatan baik.

Keselamatan adalah anugerah TUHAN bagi siapa saja yang mau menerima keselamatan itu. Anugerah Allah atau kasih karunia Allah adalah ajaran unik dari kekristenan. Memahami atau menerima anugerah atau kasih karunia Allah adalah inti dari Injil (Kolose 1:6). Jika seorang nabi seperti Yunus bisa buta terhadap anugerah Allah, hal semacam itu juga bisa terjadi pada diri kita. Seperti Nabi Yunus, kita juga bisa melenceng dari panggilan dan tujuan Tuhan jika kita gagal memahami anugerah Tuhan atau melupakan anugerah Tuhan. Evaluasilah hidup Anda: Sudahkah Anda memahami dan menerima kasih karunia Allah yang telah Dia nyatakan dengan sempurna melalui Injil Yesus Kristus?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design