Amsal 15

Mana yang Lebih Baik?

22 November 2021
GI Fernandes Lim

Apa yang ada di pikiran Anda ketika membaca Amsal berikut: "Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih?dari pada lembu tambun dengan kebencian." (15:16-17). Ketika membaca Amsal ini mungkin ada di antara Anda yang berpikir, "Maunya sih banyak harta dengan takut akan Tuhan dan makan enak dengan kasih!" Pikiran semacam ini umum karena sebagian besar manusia berpikir bahwa kaya lebih baik daripada miskin.

Kedua ayat di atas berbentuk perbandingan antara kondisi yang satu dengan kondisi yang lain, dan salah satu kondisi dianggap lebih baik daripada yang lain. Hidup miskin tidaklah buruk, bahkan kehidupan orang miskin bisa lebih baik daripada orang kaya, bila orang miskin itu takut akan Tuhan. Hidup takut akan Tuhan memberikan ketenteraman yang besar (14:26). Bandingkan dengan orang yang banyak harta, tetapi tidak hidup dalam takut akan Tuhan. Kehidupan semacam itu umumnya diliputi oleh kecemasan. Kata "kecemasan" (15:16) mencakup pengertian "kegemparan", "malapetaka", dan "bencana". Hal terpenting yang harus dikejar oleh manusia bukanlah kekayaan atau kenyamanan, tetapi hidup yang takut akan Tuhan! Kehidupan seperti apa yang Anda kejar atau Anda rindukan saat ini? Jangan abdikan hidup Anda untuk mengejar kekayaan, tetapi kejarlah hidup yang takut akan Tuhan! Orang yang mengejar kekayaan mudah jatuh ke dalam pencobaan, jebakan, serta berbagai nafsu yang bodoh dan membahayakan (1 Timotius 6:9).

Hidup miskin tidaklah buruk, asal disertai kasih (15:17). Sayur mayur adalah makanan utama orang miskin?bandingkan dengan lembu tambun yang menunjuk pada makanan orang kaya. Yang terpenting bukanlah apa yang hendak kita makan, tetapi makan dalam suasana seperti apa. Apakah suasana kasih terasa dalam kehidupan keluarga Anda? Apa saja yang sering menghambat Anda untuk mengasihi dan dikasihi oleh orang-orang di sekitar Anda? Kasih bukanlah hasil isolasi diri. Kasih hanya akan muncul bila kita berada dalam komunitas yang saling berbagi atau saling memberi. Kita bisa berada dalam komunitas, tetapi kita akan miskin kasih bila kita tidak mau hidup berbagi. Saat ini, apakah Anda bersedia membuka diri untuk ditolong dan Anda juga membuka hati untuk menolong sesama di sekitar diri Anda?

Pokok Doa
1. Pegawai Negeri Sipil.
2. Pengentasan Kemiskinan.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GK.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design