Amsal 16

Undi Dilempar, Kehendak Tuhankah?

23 November 2021
GI Fernandes Lim

Dalam Alkitab, terdapat berbagai kisah tentang melempar undi untuk mencari petunjuk Tuhan. Misalnya, dalam Perjanjian Lama, Raja Saul memerintahkan untuk membuang undi guna menentukan siapa yang menyebabkan Tuhan tidak mau memberi petunjuk (1 Samuel 14:41-43). Dalam Perjanjian Baru, membuang undi dipakai untuk menentukan siapa yang menjadi pengganti Yudas (Kisah Para Rasul 1:23-26). Apakah Alkitab menganjurkan untuk menentukan kehendak Tuhan dengan melempar undi? Apakah melempar undi merupakan kehendak Tuhan?

Tuhan bisa memakai cara membuang undi untuk menyatakan kehendak-Nya. Namun, apakah kehendak Tuhan selalu harus ditentukan dengan membuang undi? Tentu saja tidak! Perkataan dalam kitab Amsal, "Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN" (Amsal 16:33) bukanlah anjuran agar kita selalu membuang undi untuk menentukan kehendak Tuhan. Kitab Amsal mengajarkan bahwa Tuhan memegang kendali dalam kehidupan manusia. Manusia dapat melempar undi untuk menentukan kehendak Tuhan, dan Tuhan-lah yang menentukan hasilnya.

Pada zaman ini, apakah membuang undi masih boleh dipakai untuk menentukan kehendak Tuhan? Tidak! Sebelum Alkitab selesai ditulis, umat Tuhan mencari kehendak Tuhan bukan hanya dengan membuang undi, tetapi juga dengan mencari penasihat (11:14; 15:22; 24:6). Pada zaman ini, kehendak Tuhan seharusnya dicari dengan menyelidiki Alkitab. Saat mencari kehendak Tuhan, ada dua prinsip yang harus kita pegang: Pertama, percayalah bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan manusia (16:33). Tuhan sedang merangkai segala peristiwa dalam kehidupan kita untuk kemuliaan-Nya. Sebagai anak-anak Tuhan, semestinya kita tidak takut melangkah ke depan, walaupun jalan di depan tidak tampak jelas, karena kita yakin bahwa pimpinan Tuhan yang melampaui segala akal sedang menuntun kehidupan kita. Jangan takut mengambil keputusan. Ambillah keputusan yang kita yakini membuat Tuhan lebih dimuliakan. Kedua, setelah meminta hikmat untuk mengambil keputusan yang memuliakan Tuhan, serahkanlah keputusan itu kepada Tuhan (16:3). Jangan kuatir tentang apa yang belum terjadi. Lakukanlah bagian kita sebaik-baiknya. Percayalah bahwa Tuhan akan memberkati dan nama Tuhan akan dimuliakan!

Pokok Doa
1. Pegawai Negeri Sipil.
2. Pengentasan Kemiskinan.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GK.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design