1 Petrus 2

Identitas dan Panggilan Gereja

15 Desember 2021
GI Okky Chandra

Dalam ayat 1-10, Rasul Petrus membahas tentang identitas dan panggilan gereja yang sesungguhnya. Sadarilah bahwa masyarakat kita sering melakukan kesalahan dengan memahami gereja hanya sekadar sebagai rumah ibadah atau tempat umat Kristiani beribadah, padahal sebenarnya gereja adalah kumpulan orang yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus. Memang, di masa Perjanjian Lama, umat Israel memiliki Bait Allah di Yerusalem, tempat mereka melakukan semua ritual persembahan korban. Akan tetapi, semua ritual itu hanyalah bayang-bayang yang terwujud pada diri Kristus. Saat Kristus datang ke dalam dunia, Ia menggenapi seluruh tuntutan hukum Taurat, sehingga seluruh sistem ritual itu sudah tidak lagi diperlukan. Saat ini, Yesus Kristus merupakan dasar gereja.

Rasul Petrus memakai sebuah metafora atau kiasan untuk menggambarkan kebenaran ini, yaitu Yesus Kristus sebagai batu yang hidup atau batu penjuru, yaitu batu yang ditempatkan di sudut utama fondasi bangunan dan menentukan arah bagi semua batu yang lain. Gambaran ini berasal dari Yesaya 28:16 dan Mazmur 118:22. Rasul Petrus menjelaskan bahwa batu yang dibuang oleh para tukang bangunan justru dipilih menjadi batu penjuru dan dihormati di hadirat Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada Kristus tidak akan dipermalukan.

Terhadap Kristus, Sang Batu Penjuru, setiap orang harus memberi respons. Mereka yang tidak percaya akan jatuh tersandung, artinya mereka akan dihakimi dan dihukum. Tuhan ingin menggunakan orang percaya untuk menjadi batu hidup bagi pembangunan rumah rohani. Artinya, setiap orang di antara kita dipanggil untuk membangun komunitas orang percaya. Orang Kristen tidak bisa dan tidak boleh hidup sendiri. Lepas dari komunitas, orang Kristen hanya merupakan sebuah batu yang tidak berguna atau tidak berfungsi. Tuhan Yesus mati bagi kita untuk menjadi fondasi gereja, dan setiap orang percaya merupakan bagian dari bangunan gereja.

Setiap orang percaya perlu mengingat identitas dirinya sebagai gereja. Sebagai gereja, kita adalah batu-batu hidup yang memiliki peran berbeda--sesuai dengan karunia yang kita miliki--dalam bangunan rumah rohani. Apakah Anda sudah menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk saling melayani dalam komunitas orang percaya?


Pokok Doa
1. Organisasi Buruh di Indonesia.
2. Yayasan IPEKA.
3. Staf Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design