Yehezkiel 20:1-44

TUHAN Menjaga Kekudusan Nama-Nya

21 Juni 2022
Pdt. Sumito Sung

Beberapa tua-tua Israel di pembuangan datang kepada Nabi Yehezkiel untuk meminta petunjuk TUHAN (20:1). Kemungkinan, konteks peristiwa itu adalah rencana Raja Zedekia untuk meminta bantuan pasukan Mesir guna menghadapi tentara Babel. Mereka ingin tahu apakah permintaan Raja Zedekia kepada Raja Mesir akan berhasil atau ditolak. Bila permohonan mereka diterima dan koalisi pasukan Yehuda dan pasukan Mesir bisa mengalahkan pasukan Babel, barulah orang-orang Yehuda yang berada di tempat pembuangan di Babel bisa berharap untuk segera pulang.

Menanggapi permintaan para tua-tua Israel itu, TUHAN memberi pesan kepada Nabi Yehezkiel untuk disampaikan kepada mereka. TUHAN memerintahkan Nabi Yehezkiel untuk mengatakan bahwa Dia tidak akan memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang hal-hal yang menyangkut diri mereka. Sebaliknya, Nabi Yehezkiel harus menyampaikan pesan penghukuman kepada mereka, yang mencakup penghukuman karena praktik penyembahan berhala yang mereka lakukan. Pertanyaan TUHAN yang diulang-ulang dalam perikop ini memiliki efek perintah yang emosional: Kamu harus menghakimi mereka!

Kepada para tua-tua Israel, TUHAN menguraikan sejarah Israel dalam empat periode berturut-turut, yaitu di Mesir, di padang gurun, di Tanah Perjanjian, dan di masa sekarang (zaman Nabi Yehezkiel). Yang TUHAN katakan tentang sejarah Israel di masing-masing periode memiliki kemiripan: TUHAN berlaku baik kepada mereka, tetapi mereka justru memberontak kepada-Nya. Akibatnya, hukuman akan menimpa mereka. Akan tetapi, TUHAN memberikan kasih karunia-Nya. Berkali-kali TUHAN bermaksud hendak membinasakan mereka. Sekalipun demikian, demi menjaga kekudusan nama-Nya--yaitu agar bangsa-bangsa kafir tidak melecehkan Dia--TUHAN menunda penghukuman terhadap umat-Nya. Dengan sabar, Ia memberi mereka kesempatan untuk bertobat. Kasih-Nya membuat Dia justru mau menebus dan menyucikan umat-Nya.

Ingatlah bahwa Allah tidak mau dipermainkan. Ia tidak akan mendengarkan orang yang tidak mau bertobat dari dosa-dosanya. Sebaliknya, Ia bersedia mendengarkan orang yang mau bertobat. Jika Anda sadar bahwa Anda telah berbuat dosa, Akuilah di hadapan TUHAN. Saat ini, apakah ada dosa yang hendak Anda akui dan Anda tinggalkan? Lakukanlah sekarang juga!

Pokok Doa
1. Badan Narkotika Nasional RI.
2. Lembaga Rehabilitasi Pecandu Narkoba.
3. Majelis dan Staf Bidang PI Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design