Mazmur 98

Hakim yang Adil

4 September 2022
GI Roni Tan

Sisi gelap pengadilan--baik pada masa lalu maupun masa kini--adalah bahwa pengadilan sering tidak bersikap adil terhadap para pencari keadilan. Para hakim yang memutuskan perkara hukum seharusnya memutuskan berdasarkan kebenaran dan keadilan. Faktanya, ada hakim yang menyimpang dari kebenaran. Akibatnya, banyak orang tidak memercayai penegak hukum. Pemazmur mengingatkan kita bahwa masih ada pengharapan akan kebenaran dan keadilan yang berasal dari TUHAN. TUHAN adalah hakim yang akan menghakimi bumi dengan keadilan dan kebenaran (98:9). Keyakinan ini membuat pemazmur mengajak umat TUHAN untuk senantiasa menyanyikan nyanyian baru (98:1). Nyanyian baru ini dibuat dan dinyanyikan untuk menceritakan karya-karya besar yang telah TUHAN lakukan dan untuk mengungkapkan keyakinan bahwa TUHAN akan mengadili dunia dengan keadilan. Oleh karena itu, jangan heran bila kita melihat ekspresi dan ajakan yang luar biasa seperti "nyanyikanlah" (98:1), "bersorak-soraklah, bergembiralah, bermazmurlah" (98:4) dengan kecapi, nafiri, dan sangkakala (98:5-6). Bahkan, alam pun digambarkan sebagai sedang memuji TUHAN: laut bergemuruh, sungai bertepuk tangan, gunung bersorak-sorai (98:7-8). Dengan perkataan lain, tidak ada makhluk atau ciptaan TUHAN yang tidak bersukacita di hadapan Pencipta mereka.

Ingatlah bahwa TUHAN bukan hanya merupakan Allah yang telah menciptakan segala sesuatu, tetapi juga merupakan Allah yang memelihara ciptaan-Nya. Ingatlah pula bahwa pada akhirnya, Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap orang yang hidup di bumi dalam pengadilan Illahi (98:9). Di dunia ini sering terjadi ketidakadilan. Akan tetapi, mazmur ini memberi pengharapan kepada kita saat penegakan hukum tidak membuat kita menerima keadilan. Percayalah kepada TUHAN, Sang Hakim yang adil itu! TUHAN pasti memberi keadilan kepada setiap orang yang sedang mengalami ketidakadilan. TUHAN akan membela, mengadili dan memutuskan setiap permasalahan dengan adil dan benar. Jadi, apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini? Kita harus belajar untuk terus memercayai Tuhan, memiliki hidup yang benar di hadapan Tuhan, serta mempertanggungjawabkan setiap perbuatan yang kita lakukan selama hidup kita di dunia ini. Apakah Anda memercayai keadilan Tuhan di tengah kehidupan yang selalu terasa tidak adil ini?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design