Mazmur 99

Proklamasi Kekudusan TUHAN

5 September 2022
GI Roni Tan

Kekudusan TUHAN merupakan penekanan pemazmur saat menggambarkan tentang TUHAN. Dalam Mazmur 99, ada tiga ayat yang mengungkapkan kekudusan TUHAN, yaitu ayat 3, 5, dan 9. Kata "kudus" mengandung makna "terpisah" yang menunjukkan adanya jarak. Jadi, kekudusan TUHAN menunjuk pada adanya keterpisahan dan jarak antara TUHAN dengan manusia. Mazmur ini juga mengungkapkan bahwa TUHAN itu Raja (99:1), TUHAN itu Mahabesar (99:2), dan TUHAN itu tinggi mengatasi segala bangsa (99:2), Tinggikanlah TUHAN! (99:5,9). Posisi TUHAN begitu agung dibandingkan dengan semua ciptaan karena TUHAN itu kudus. Kekudusan TUHAN menyangkut keberadaan dan tindakan TUHAN. Kuasa TUHAN adalah kuasa yang kudus. Kasih TUHAN adalah kasih yang kudus. Hikmat TUHAN adalah hikmat yang kudus. Oleh karena itu, kekudusan TUHAN harus dihargai dan direspons dengan menjaga kekudusan hidup. Kesadaran akan kekudusan TUHAN membuat pemazmur mengajak umat untuk meninggikan dan menyembah TUHAN. Jelaslah bahwa sumber inspirasi tertinggi dari penyembahan umat terhadap TUHAN adalah kekudusan TUHAN. Dalam kekudusan-Nya, ada pengampunan atas dosa yang sering dilakukan umat di hadapan TUHAN. Sebaliknya, dalam kekudusan-Nya, ada pula penghukuman terhadap orang yang melawan TUHAN dengan terus berbuat dosa.

Sebagai anak-anak Allah, kekudusan Allah harus kita pahami dan menjadi landasan bagi sikap hidup kita. TUHAN yang kudus yang kita sembah harus kita tinggikan dan kita sembah. Sikap seperti ini harus kita wujudkan saat kita menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat kita beribadah bersama saudara seiman serta saat kita bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. Sesungguhnya, saat melakukan apa pun, semua yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan TUHAN yang kudus. Tuhan menghendaki agar kita menghormati dan mengagungkan kekudusan-Nya. Tuhan menghendaki agar kita menjaga hidup kita, sehingga hidup kita berkenan kepada-Nya. Tuhan menghendaki agar kita berani berkata "tidak" terhadap dosa. Bukankah hal ini sesuai dengan apa yang ditulis oleh Rasul Petrus, "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:16)? Apakah Anda sudah berdoa dan berjaga-jaga agar TUHAN yang kudus mendapati bahwa kita senantiasa berjuang untuk hidup dalam kekudusan di hadapan-Nya?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design