Mazmur 101

Pemimpin yang Berkenan pada TUHAN

7 September 2022
GI Roni Tan

Mazmur 101 ditulis oleh Daud saat dia baru menjadi raja atas seluruh Israel. Dalam Alkitab, terdapat catatan bahwa Daud tiga kali diurapi menjadi raja, yaitu: Pertama, ia diurapi oleh Nabi Samuel saat masih muda dan masih tinggal bersama ayahnya (1 Samuel 16:13). Kedua, ia diurapi oleh orang-orang Yehuda untuk menjadi raja atas umat Yehuda saat ia masih menetap di Hebron (2 Samuel 2:4). Ketiga, ia diurapi oleh seluruh suku Israel untuk menjadi raja--atas seluruh umat Israel--menggantikan raja Saul (2 Samuel 5:3). Sebelum menjadi raja, Daud telah banyak belajar dari apa yang ia lihat dari kehidupan raja Saul yang telah ditolak oleh TUHAN. Oleh karena itu, saat memerintah sebagai raja, ia ingin menjadi raja yang berkenan pada TUHAN.

Mazmur ini mencerminkan kerinduan Daud untuk menyanyikan kasih setia TUHAN--yang telah ia alami dalam hidupnya--serta menyanyikan hukum TUHAN yang menjadi pegangan hidupnya (Mazmur 101:1). Ia ingin menjalani hidup yang tidak bercela serta memiliki hati yang tulus (101:2). Ia menghindari perkara dursila, membenci perbuatan murtad (101:3), menjauhi hati yang bengkok serta menjauhi kejahatan (101:4), menghukum orang yang mengumpat secara sembunyi-sembunyi serta orang yang arogan (101:5). Penipu dan pendusta dibenci TUHAN, sehingga Ia akan mengusir mereka (101:7). Sebagai seorang yang telah di pilih dan diangkat oleh TUHAN untuk menjadi raja, Daud membenci apa yang TUHAN benci dan ia menyukai apa yang TUHAN suka, sehingga TUHAN berkenan kepadanya.

Sikap Daud seharusnya menyadarkan kita bahwa saat kita dipercaya Tuhan menjadi seorang pemimpin, kita harus memahami apa yang Tuhan sukai atau hal yang menyenangkan hati-Nya serta apa yang Tuhan benci atau hal yang tidak menyenangkan hati-Nya. Dengan demikian, kita akan bisa merespons dengan sikap dan tindakan yang benar di hadapan Tuhan. Pengenalan akan hati Tuhan akan terwujud bila kita memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan dan kita mau bersikap rendah hati untuk mengikuti bimbingan-Nya. Dengan demikian, kita bisa memuliakan Tuhan melalui hidup kita. Posisi sebagai pemimpin tidak boleh dipahami hanya sekadar sebagai jabatan, tetapi harus dipandang sebagai kepercayaan dari Tuhan yang harus dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab. Apakah hidup Anda sudah berkenan kepada Tuhan?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design