Mazmur 106

Perbuatan TUHAN dan Respons kita

12 September 2022
GI Roni Tan

Saya menjadi semakin cerewet saat anak saya bertambah besar. Saya semakin cepat marah bila anak saya melakukan kesalahan. Saya segera menegur saat anak saya melakukan kesalahan karena saya menyayangi dia. Dalam Alkitab, kita bisa membaca bahwa TUHAN sering kali marah terhadap bangsa Israel. Kemarahan TUHAN itu disebabkan karena kehidupan yang dijalani oleh bangsa Israel sering kali bertentangan dengan kemauan TUHAN. Penyimpangan yang dilakukan umat-Nya membuat TUHAN marah, menghukum, dan akhirnya membuang bangsa Israel dari Tanah Perjanjian. Akan tetapi, kemarahan TUHAN tidak pernah membuat TUHAN berkata bahwa bangsa Israel bukan lagi umat pilihan TUHAN karena TUHAN memegang teguh perjanjian kasih setia-Nya dengan bangsa Israel.

Mazmur 106 menceritakan sejarah pemeliharaan TUHAN atas umat Israel yang mencakup pelanggaran nenek moyang bangsa Israel dan berbagai penghukuman TUHAN atas diri mereka. Beberapa ayat yang menggambarkan pemeliharaan TUHAN adalah antara lain "diselamatkan-Nya mereka" (106:8) dan "dihardik-Nya Laut Teberau" (106:9). Beberapa ayat yang menggambarkan penghukuman TUHAN adalah antara lain "meruntuhkan .. di padang gurun" (106:26), "menyalalah murka TUHAN" (106:40), "diserahkan-Nyalah mereka" (106:41). Akan tetapi, TUHAN tetap penuh belas kasihan: "Ia menilik", "Ia mendengar", "Ia ingat akan perjanjian-Nya", "menyesal" (106:44-45). Di akhir Mazmur 106 tertulis, "dan biarlah seluruh umat mengatakan ‘Amin!’ Haleluya!". Perkataan ini menunjukkan kesadaran pemazmur bahwa peristiwa yang ditulis dalam Mazmur 106 itu benar terjadi, dan pemazmur mengajak umat untuk hidup taat dan setia kepada TUHAN yang telah memelihara hidup mereka.

Kita pasti pernah mengalami berbagai perbuatan nyata Tuhan saat Ia memelihara hidup kita, baik berupa teguran--termasuk penghukuman--maupun berupa pengampunan atas setiap tindakan yang kita lakukan. Tuhan itu panjang sabar dalam menghadapi "keunikan" kita. Biarlah perbuatan nyata Tuhan dalam hidup kita diikuti dengan respons kita untuk menjadi anak-anak Allah yang senantiasa beriman, taat, dan memercayai Tuhan. Apa yang telah Anda perbuat sebagai respons atas kesetiaan-Nya terhadap diri Anda? Pada masa pandemi ini, apakah Anda tetap setia kepada Tuhan?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design