Mazmur 108

Mengagungkan TUHAN

14 September 2022
GI Roni Tan

TUHAN layak menerima hormat dan kemuliaan dari semua ciptaan-Nya, khususnya dari umat yang telah Dia tebus. Inilah keyakinan pemazmur dan bangsa Israel. Oleh karena itu, wajar bila umat TUHAN memanjatkan pujian syukur kepada TUHAN. Secara apik, pemazmur mengungkapkan sikap dan tindakan yang semestinya saat mengagungkan TUHAN. Perkataan pemazmur, "hatiku siap" (108:2), menunjukkan kesadaran pemazmur tentang apa yang akan dilakukannya, yaitu dia akan bernyanyi dan bermazmur bukan hanya dengan mulut, tetapi juga dengan seluruh keberadaan dirinya, termasuk jiwanya (108:2). Pemazmur menggunakan gambus dan kecapi, yaitu alat musik yang biasa digunakan oleh orang Yahudi saat itu untuk memuji TUHAN (108:3).

Mengapa pemazmur memuji TUHAN dengan seluruh keberadaan dirinya? Ia memuji TUHAN dengan segenap keberadaannya karena ia telah mengalami kasih dan kesetiaan TUHAN yang begitu besar dalam hidupnya. Oleh karena itu, pemazmur merespons dengan memuji TUHAN dan mengucap syukur (108:4), bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga sebagai kesaksian di hadapan bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa tentang TUHAN yang amat mengasihi umat-Nya (108:4). Yang menarik, pujian dan ucapan syukur kepada TUHAN juga dipanjatkan saat pemazmur sedang menghadapi masalah. Hal ini terlihat dalam ungkapan, "supaya terluput", "selamatkanlah", "jawablah aku" (108:7); "berikanlah ... pertolongan terhadap lawan" (108:13). Walaupun sedang berhadapan dengan masalah, pemazmur menutup mazmurnya dengan perkataan, "Dengan Allah ... sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita" (108:14), yang menunjukkan keyakinan pemazmur bahwa Allah tidak akan meninggalkannya menghadapi permasalahan seorang diri, tetapi akan menyertai dan memberi pertolongan.

Kita pasti sudah terbiasa dengan panggilan atau ajakan untuk memuji Tuhan. Hendaklah pujian kita kepada TUHAN mencerminkan sikap percaya kita kepada Tuhan yang sangat mengasihi dan setia terhadap diri kita. Meskipun kasih dan kesetiaan Tuhan tidak berarti bahwa kita bebas dari masalah, tetapi masalah tidak boleh melunturkan keyakinan kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, melainkan akan senantiasa bersama kita dan menolong kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah kita. Apakah kehidupan Anda sudah membuat Tuhan dimuliakan?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design