Mazmur 109

Jerat yang TUHAN Lepaskan

15 September 2022
GI Roni Tan

Daud adalah manusia biasa yang bisa bahagia saat senang dan marah saat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang ada di sekitarnya. Mazmur 109 ini menggambarkan kondisi Daud yang buruk akibat perlakuan orang yang mengucapkan kata dusta (109:2), kata kebencian (109:3), tuduhan (109:4), dan melakukan tindakan kejahatan (109:5). Saat menerima perlakuan tersebut, Daud berseru meminta TUHAN menegakkan keadilan-Nya dengan menghukum orang yang melakukan kejahatan. Hukuman yang diminta Daud agar dijatuhkan kepada pelaku kejahatan adalah umur berkurang, jabatan diambil orang lain (109:8), anak-anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda (109:9), penagih hutang menyita segala kepunyaannya (109:11). Inilah permohonan Daud kepada TUHAN bagi orang yang telah berlaku jahat terhadap dirinya.

Di akhir Mazmur 109, Daud mengemukakan bahwa ia mendasarkan permohonannya pada kasih setia TUHAN (109:26). Ia ingin agar orang-orang jahat itu sadar bahwa TUHAN telah bertindak (109:27). Ia tidak menghiraukan sikap orang yang memusuhi dirinya, asal TUHAN memberkati dia (109:28). Ia bersyukur dan memuji TUHAN karena TUHAN menyelamatkan mereka yang miskin (109:30-31). Jadi, perlakuan jahat orang lain tidak bisa menghalangi Daud untuk tetap melihat dan memercayai kesetiaan dan pertolongan TUHAN. Walaupun Daud banyak menghadapi masalah yang membuat ia seakan-akan kalah, bahkan hidup dalam pelarian, TUHAN tetap menyertai Daud dan membuat Daud mengalami pemulihan. Daud mengalami penyertaan TUHAN sampai akhir hidupnya.

Ada berbagai jerat yang bisa dibuat oleh orang yang memusuhi kita dengan maksud mencelakai diri kita. Jerat itu bisa membuat kita terluka, sakit hati, dan dirugikan, sehingga kita ingin membalas. Bila kita tidak sanggup membalas, kita lalu berseru kepada Tuhan untuk memohon Tuhan yang melakukan pembalasan. Saat kita ingin membalas, pernahkah kita mempertimbangkan tentang keadilan Tuhan? Tuhan pasti membela orang yang benar dan menghukum orang yang salah, dan keputusan Tuhan tidak pernah salah! Apakah Anda meyakini bahwa Tuhan pasti akan menghukum orang yang bersalah dan menolong orang yang benar? Dalam situasi sesulit atau serumit apa pun, percayalah bahwa Tuhan pasti sanggup menolong Anda!

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design