Mazmur 112–114

Gemetarlah Hai Bumi!

18 September 2022
GI Okky Chandra

Keluarnya bangsa Israel dari tempat perbudakan di Mesir merupakan peristiwa penting yang dirayakan sebagai hari Raya Paskah. Bangsa Israel pasti ingat bahwa peristiwa tersebut terjadi bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan karena tangan TUHAN yang kuat yang melepaskan mereka. Peristiwa inilah yang mengawali pasal 114. Setelah terasing dan tertindas sekian lama di negeri Mesir, mereka pun kemudian dilepaskan oleh TUHAN dan menjadi umat-Nya yang kudus.

Mazmur 114 menggambarkan kekuasaan TUHAN yang mahadahsyat. Kekuatan alam paling dahsyat pun tidak sanggup menahan kehebatan kuasa Allah (114:3-6). Keindahan yang ditekankan oleh pemazmur adalah bahwa TUHAN memamerkan kehebatan-Nya dalam menaklukkan kekuatan alam demi kepentingan umat-Nya. Gambaran laut yang melarikan diri mengingatkan kita pada peristiwa terbelahnya Laut Teberau (Keluaran 14:21-22). Gambaran sungai Yordan berbalik ke hulu jelas mengacu kepada kisah saat Yosua memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan (Yosua 3:15-17). Kedua peristiwa ini disandingkan untuk menunjukkan penyelamatan TUHAN atas umat-Nya. Selanjutnya, gambaran gunung-gunung melompat seperti domba jantan kemungkinan mengacu kepada kedatangan TUHAN ke atas gunung Sinai sehingga "seluruh gunung itu gemetar sangat" (Keluaran 19:18). Pemazmur lalu mengajukan pertanyaan kepada laut, sungai Yordan, dan gunung.

Mengapa fenomena alam yang mustahil bagi manusia itu bisa terjadi? Jawabannya jelas, yaitu karena yang bertindak adalah Allah yang memiliki kekuasaan mutlak atas ciptaan-Nya. Oleh sebab itu, pemazmur mengundang para pembacanya untuk merespons secara pantas (114:7), "Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, ..." Kedahsyatan kuasa Allah seharusnya menggerakkan hati umat-Nya bukan hanya untuk bersyukur, tetapi juga untuk memiliki rasa hormat dan gentar di hadapan Allah. Takutkah Anda akan Allah yang dahsyat itu? Tidak sedikit orang Kristen yang meyakini kasih Tuhan yang besar, namun hidup berkanjang dalam dosa karena meyakini bahwa Tuhan tetap akan mengampuninya. Tahukah Anda bahwa cara hidup seperti itu meremehkan kekudusan Allah? Ia memang mengasihi kita, tetapi kasih-Nya adalah kasih yang kudus. Ia menebus dan menyelamatkan kita dari kuasa dosa dengan tujuan menjadikan kita umat-Nya yang hidup dalam kesucian. Jangan bermain-main dengan dosa! Mintalah Tuhan memampukan Anda untuk menghormati Dia dengan sikap hati yang tepat!

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design