Mazmur 118

Berlindung pada TUHAN

20 September 2022
GI Okky Chandra

Kesesakan seringkali menjadi ujian iman dalam kehidupan seorang Kristen: Apakah seseorang akan tetap beriman kepada Allah, atau sebaliknya, ia akan merasa kecewa dan marah kepada Tuhan karena yang dialaminya tidak sesuai dengan harapannya selama ini? Dalam mazmur ini, pemazmur--banyak penafsir menganggap Daud sebagai penulisnya--langsung mengisahkan tindakan imannya yang ia ungkapkan dengan berseru kepada TUHAN. Tindakan berseru ini digambarkan melalui beberapa ekspresi, yaitu doa, penyembahan, pujian, dan bahkan tangisan. Kemudian, pemazmur menceritakan bagaimana TUHAN menjawab seruannya dengan memberi kelegaan.

Daud meyakini bahwa TUHAN berada di pihaknya. Ia melukiskan perasaan aman yang ia miliki lewat kehadiran Allah, "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"(118:6). Daud yakin betul bahwa TUHAN akan menolongnya (118:7). Keyakinan Daud menunjukkan adanya kedekatan relasi antara dirinya dengan Allah. Bagaimana Daud bisa memiliki keyakinan seperti itu? Daud mengingat janji Allah terhadap dirinya. Ia berpegang pada janji itu dan Ia hidup bergantung pada Allah. Selanjutnya, Daud menyampaikan sebuah nasihat penting, yaitu jauh lebih baik berlindung kepada TUHAN daripada mengandalkan manusia, sekalipun orang itu termasuk kaum bangsawan (118:8-9). Daud tahu bahwa sebagai manusia, kita cenderung memercayai apa yang ada di depan mata. Kita lebih mudah menaruh harap pada orang yang berkuasa, kaya, atau memiliki jabatan tinggi. Kita mungkin dengan mudah mengaku beriman kepada Tuhan, tetapi dalam hati kita, sudah ada orang-orang tertentu yang kita andalkan. Itu bukanlah iman! Beriman berarti memercayai apa yang tidak terlihat. Taruhlah pengharapan Anda sepenuhnya kepada Tuhan! Andalkanlah Dia!

Bagaimana dengan Anda: Apakah saat ini, Anda sedang menghadapi pergumulan berat? Kita mungkin cepat tergoda untuk memikirkan seribu satu macam cara untuk mengatasi persoalan hidup, termasuk membayangkan siapa saja orang-orang penting yang bisa menolong mengatasi persoalan kita. Akan tetapi, firman TUHAN yang kita baca hari ini mengajarkan bahwa langkah pertama dalam menghadapi kesesakan adalah berseru kepada Allah! Percayalah bahwa ketika kita mencari wajah Allah dan berdekat kepada-Nya, Dia pasti akan menolong dan memimpin hidup kita.

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design