Mazmur 119:33–72

Mencondongkan Hati kepada TUHAN

22 September 2022
GI Okky Chandra

Kata "perlihatkanlah" yang mengawali doa pemazmur (119:33) dapat diterjemahkan sebagai "ajarkanlah". Hatinya terbuka dan siap diajar oleh TUHAN. Permintaan ini sepadan dengan ayat berikutnya yang merupakan permohonan agar TUHAN memberi kemampuan untuk mengerti Taurat-Nya. Ini adalah sikap hati yang harus dimiliki oleh anak-anak TUHAN dalam mendekati kebenaran TUHAN. Salah satu alasan yang membuat banyak pembaca Alkitab tidak mendapatkan manfaat apa pun secara rohani adalah perasaan sudah mengerti firman TUHAN yang mereka baca atau dengar. Pikiran mereka sudah ‘penuh’ dan tidak bisa diisi lagi oleh kebenaran. Jadi, kunci untuk membuka kekayaan pengertian rohani adalah kerendahhatian. Hanya kuasa Roh Kudus yang bisa memampukan orang percaya memahami firman TUHAN.

Selanjutnya, pengertian rohani yang tepat tidak berhenti hanya pada pengetahuan saja, tetapi berlanjut dengan penerapan. Itulah isi doa pemazmur saat ia menulis, "aku hendak memegangnya sampai saat terakhir." Tekad sang pemazmur itu seharusnya menjadi kerinduan setiap orang percaya. Hal ini tidak berarti bahwa kita boleh merasa mampu untuk terus berpegang pada firman TUHAN. Di luar Kristus, kita tidak bisa berbuat apa-apa! (Yohanes 15:5). Oleh karena itu, kita senantiasa membutuhkan anugerah Allah. Saat mengerti kehendak Allah, kita akan menyukai perintah TUHAN (119:35) dan dengan rela ingin menaati dengan segenap hati (119:34).

Di tengah kerinduan pemazmur untuk setia memegang firman TUHAN, mengapa ia meminta TUHAN mencondongkan hatinya kepada peringatan-Nya (119:36)? Bukankah jelas bahwa jiwanya terarah kepada Allah? Permohonan ini memperlihatkan kesadaran pemazmur terhadap keinginan hati manusia yang mudah goyah dan berkelana mencari kepuasan dalam harta dunia. Kecenderungan berdosa terus-menerus mencari celah untuk memasuki hati orang percaya. Jika tidak waspada, orang percaya akan hidup mengejar keuntungan dunia. Itulah sebabnya, pemazmur meminta agar anugerah TUHAN terus menopangnya, memelihara hatinya untuk tetap terpaut kepada titah TUHAN.

Bukalah diri Anda di hadapan Tuhan dan periksalah diri Anda: Apakah hati Anda sudah benar-benar terarah kepada firman-Nya atau Anda merasa gelisah dan ingin mengejar kesenangan dunia? Mohonlah Tuhan mencondongkan hati Anda untuk mencintai dan memahami firman-Nya agar Anda bisa menjadi pelaku firman!

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design