Hagai 2

Penyertaan Allah dalam Pembangunan

13 Oktober 2022
Pdt. Timotius Fu

Pembangunan kembali Bait Suci sekali lagi menemui halangan dari umat Yehuda sendiri. Mereka merasa Bait Suci yang mereka bangun tidak ada artinya dibandingkan Bait Suci yang dibangun Raja Salomo. Akibatnya, sebagian dari mereka menjadi tawar hati (2:3-4). Sebagai respons, Hagai menyampaikan tiga janji Allah. Janji pertama ditujukan kepada bupati Zerubabel dan imam besar Yosua bahwa Allah menyertai mereka. Mereka tidak perlu takut karena kuasa Allah akan menolong dan memampukan mereka (2:5-6). Allah juga berjanji untuk mengingat pelayanan Zerubabel dan meninggikannya di antara segala bangsa (2:21-24). Janji kedua berkenaan dengan Bait Suci yang mereka bangun. Meskipun apa yang mereka kerjakan kelihatan kecil dan tidak megah, Allah akan membuatnya lebih megah dari yang semula. Allah juga akan menjadikannya sebagai sumber damai sejahtera bagi segala bangsa (2:7-10). Janji ketiga ditujukan kepada seluruh umat Yehuda bahwa Allah mengingat pekerjaan mereka dan memberkati mereka. Pada hari mereka memulai pekerjaan, Allah sudah membuka pintu berkat bagi umat Yehuda (2:16-20). Selain menyampaikan ketiga janji tersebut, Hagai juga menegur sekelompok umat Yehuda untuk terlebih dahulu meninggalkan kecemaran hidup supaya hasil pekerjaan mereka tidak menjadi najis (2:11-15).

Peristiwa di atas, mengajarkan tiga hal: Pertama, Allah berjanji menyertai kita dalam segala keadaan. Allah berjanji kepada umat-Nya, "Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!" (2:6). Jika Allah menyertai, kita dapat mengalahkan segala kesulitan dan tantangan. Selama ini, apakah Anda mengandalkan Allah atau Anda mengandalkan kehebatan, kekuatan, dan kepintaran sendiri? Kedua, Allah tidak ingin kita membandingkan pelayanan kita dengan orang lain. Membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan Bait Suci Salomo membuat umat Yehuda menjadi tawar hati (2:3-5). Allah ingin agar kita setia melayani sesuai dengan panggilan kita. Perbandingan membuat kita minder atau sombong. Apakah Anda suka membandingkan kehidupan dan pelayanan Anda dengan orang lain? Ketiga, Allah menghargai pelayanan umat-Nya. Meskipun sederhana, Allah menghargai Bait Allah itu dan berjanji menjadikannya lebih megah melebihi bangunan Salomo (2:10). Di hadapan Allah, semua pelayanan adalah berharga. Jangan pernah menganggap remeh pelayanan apa pun juga, Sadarkah Anda bahwa Allah memakai semua pelayanan melebihi apa yang dapat Anda bayangkan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design