Ester 5-6

Waktu TUHAN

23 November 2022
GI Yorimarlina Umboh

Kesediaan Ester untuk menghadap raja tanpa dipanggil menuntut adanya keberanian karena Raja Ahasyweros tidak memiliki reputasi yang baik dalam memperlakukan ratunya. Saat Ester diperkenan untuk menemui raja, dia tidak langsung melontarkan permintaannya. Dia lebih dahulu memenangkan kepercayaan raja padanya dan ingin agar di pesta yang diadakannya, kejahatan Haman dapat diungkapkan. Ester belum berani menyampaikan permintaannya, sehingga ia membuat perjamuan secara berturut-turut untuk menunda waktu. Dia ingin mengungkapkan rahasianya, namun kata-katanya tidak bisa keluar karena saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara. Itulah sebabnya, Allah menuntun dia untuk menunda pengungkapan isi hatinya.

Haman adalah seorang yang gila hormat. Sikap Mordekhai yang tidak mau tunduk membuat Haman kesal karena merasa dilecehkan. Akan tetapi, TUHAN membuat Haman menahan rasa sakit hatinya terhadap Mordekhai dan tidak segera melampiaskan kemarahannya, sehingga akhirnya rencana Allah terlaksana. Sebenarnya, sumber masalah bukanlah sikap Mordekhai, melainkan rasa rendah diri yang membuat Haman menuntut penghormatan yang berlebihan. Pembuatan tiang gantungan untuk menggantung Mordekhai mengungkapkan kekesalan Haman yang gila hormat itu. Akan tetapi, waktu TUHAN adalah waktu terbaik bagi umat-Nya, dan tidak selalu bisa diduga oleh siapa pun. Suatu malam, Raja Ahasyweros tidak bisa tidur. Dia meminta agar dibacakan buku catatan sejarah yang antara lain memuat catatan laporan Mordekhai tentang rencana pembunuhan oleh Bigtan dan Teresh terhadap sang raja. Setelah menyadari bahwa Mordekhai belum mendapat penghargaan apa pun atas jasanya, raja meminta Haman untuk memberikan penghargaan yang layak kepada Mordekhai. Bagi Haman, peristiwa saat dia harus memberikan penghargaan terhadap musuh besarnya itu merupakan penghinaan yang amat memalukan. Istri dan para penasihat Haman melihat hal itu sebagai petunjuk masa depan, yaitu bahwa Haman tidak akan bisa menang melawan Mordekhai.

Penundaan permintaan Ester terhadap raja mengalokasikan waktu TUHAN yang tepat untuk mempermuliakan Mordekhai. Dalam hidup kita, mungkin kita sering tidak menyadari adanya pengaturan waktu TUHAN berkaitan dengan rencana-Nya yang khusus bagi hidup kita. Apakah Anda memercayai pengaturan waktu TUHAN itu?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design