Ester 7-8

Tabur Tuai

24 November 2022
GI Yorimarlina Umboh

Pesta yang diselenggarakan Ester adalah malapetaka bagi Haman! Tidak tebersit sedikit pun dalam hati Haman kalau pesta itu adalah strategi Ester untuk menghancurkan rencana jahatnya. Pada hari kedua pesta itu, raja kembali bertanya, "Apakah permintaanmu, hai ratu Ester?" Ester menyampaikan permintaannya secara diplomatis dengan kata-kata yang disusun dengan sangat indah. Ester berkata, "Kalau Baginda berkenan, hamba mohon supaya hamba dan bangsa hamba boleh hidup.

Sebab hamba dan bangsa hamba telah dijual untuk dibunuh. Andaikata kami hanya dijual untuk dijadikan budak, hamba akan berdiam diri dan tidak mengganggu Baginda. Tetapi kini kami akan dibinasakan dan dimusnahkan!" (7:3-4, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari). Pernyataan Ester ini membuat raja makin penasaran dan bertanya, "Siapakah orang itu dan dimanakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?" (7:5). Tanpa ragu, Ester langsung berkata bahwa Haman-lah orangnya. Dialah yang merancang pembunuhan dan menarik raja menjadi bagian dari kejahatannya. Haman menjadi sangat takut dan memohon agar Ester menyelamatkan hidupnya. Raja pergi ke taman istana untuk menenangkan hati dan berpikir. Sekembalinya, raja melihat Haman sedang berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Raja mengira Haman hendak memerkosa dan membunuh Ester. Segera setelah raja mengungkapkan murkanya, wajah Haman ditutup. Sebagai terhukum, Haman tidak layak melihat raja! Biasanya, orang yang akan dihukum gantung ditutup wajahnya. Haman lalu digantung pada tiang yang dia dirikan dengan maksud untuk menyulakan Mordekhai.

Raja Ahasyweros mengaruniakan semua harta Haman kepada Ester, dan Mordekhai masuk menghadap raja setelah Ester memberitahu raja tentang hubungannya dengan Mordekhai. Raja mencabut cincin meterai dari Haman dan memberikannya pada Mordekhai, dan Mordekhai diangkat Ester untuk menjadi kuasa atas harta milik Haman. Atas permintaan Ester, raja setuju untuk membatalkan maksud jahat Haman (3:13; 8:5-8). Apa yang ditabur Haman, itu juga yang dituainya. Haman merancang untuk menyulakan Mordekhai di tiang yang ia persiapkan. Namun, dialah yang akhirnya digantung pada tiang itu. Haman ingin membunuh semua orang Yahudi, tetapi dialah yang akhirnya terbunuh. Apakah Anda sering berbuat jahat terhadap orang lain? Sadarilah bahwa Anda akan menuai apa yang Anda tabur!

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design