Kejadian 25:19-34

Hikmat itu Penting!

26 Januari 2023
GI Purnama

Banyak orang memandang hidup ini seperti air yang mengalir. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan tidak memiliki pilihan lain. Orang yang berpandangan hidup semacam itu tidak akan berjuang untuk mencapai tujuan tertentu. Dia menjalani hidup hanya dengan sekadar mengambil kesempatan yang mendatangi dirinya, bukan dengan sengaja menciptakan kesempatan. Kondisi semacam itu terjadi dalam banyak keluarga, termasuk dalam keluarga Ishak. Keluarga Ishak diawali dengan baik. Eliezer--hamba yang diperintahkan Abraham untuk mencari istri bagi Ishak--mengawali usahanya dengan doa (24:12-14). Saat menghadapi kenyataan bahwa Ribka--istri Ishak--mandul, Ishak berdoa kepada Tuhan. Akan tetapi, saat mendidik anak, cara mereka mendidik tidak searah, "Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub." (25:28). Bila mereka peka, seharusnya mereka bisa melihat bahwa cara mendidik mereka yang pilih kasih telah membuat Esau dan Yakub saling bersaing secara tidak sehat. Mengingat bahwa saat bertemu pertama kali, Ishak disebut mencintai Ribka (24:67), kita tidak bisa beranggapan bahwa persaingan antara Esau dan Yakub disebabkan karena hubungan yang buruk di antara Ishak dan Ribka! Kesalahan dalam mendidik anak terutama disebabkan karena orang tua tidak berunding untuk menyamakan pendapat tentang cara mendidik anak. Walaupun Ishak mencintai Ribka, hal itu belum tentu membuat komunikasi mereka otomatis menjadi baik! Orang tua memerlukan hikmat Allah agar bisa mendidik anak mereka dengan baik!

Orang tua perlu menumbuhkan kepekaan saat mendidik anak. Kewajiban orang tua bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik anak-anaknya, tetapi juga membangun karakter serta menolong anak-anak mereka untuk mengenal Allah. Dalam hal Ishak dan Ribka, seharusnya mereka mengamati perkembangan anak-anak mereka. Mereka perlu memastikan bahwa anak-anak mereka bersikap saling mengasihi dan saling membangun, bukan bersaing untuk mendapatkan penghargaan. Sayangnya, sikap Ishak dan Ribka yang pilih kasih membuat Esau dan Yakub bersaing untuk mendapatkan kasih sayang orang tua mereka. Bila orang tua sungguh-sungguh mengamati perkembangan anak mereka serta memikirkan cara paling tepat dalam mendidik anak, mungkin konflik antara Esau dan Yakub bisa segera dicegah agar tidak terus berkembang. Bagi para pembaca yang telah berkeluarga dan memiliki anak, apakah Anda dan pasangan Anda telah memohon hikmat Allah (lihat Yakobus 1:5) agar kalian bisa bekerja sama dengan baik dalam mendidik anak-anak kalian?

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia (TNI).
2. Bakal calon presiden dan wakil presiden.
3. Pembina Komisi Kaleb di seluruh GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design