Mazmur 17

TUHAN, Dengar Doaku!

17 September 2023
GI Jokhana

Mazmur 17 mirip dengan Mazmur 15 dan 16, yaitu menyerukan perlindungan TUHAN. Mengapa TUHAN harus mendengar doa Raja Daud dan menjadi tempat perlindungannya? Ada tiga rangkaian seruan dalam Mazmur 17, mulai dari ayat 1, 6, dan 13. Raja Daud pertama kali memohon kepada TUHAN atas dasar ketidakbersalahannya sendiri, lalu memohon atas dasar kasih TUHAN kepadanya, dan akhirnya memohon atas dasar kasihnya sendiri kepada TUHAN.

Apa yang melandasi doa Raja Daud? Pertama, Raja Daud mengeklaim bahwa hidupnya tidak tercela. Ia tidak menipu. Ia tidak berbuat jahat. Ia mempersilakan TUHAN menguji hatinya dan TUHAN akan menemukan bahwa dia tidak bersalah (17:3). Kata "hati" tidak mengacu pada emosi, tetapi pada pikiran dan seluruh batinnya. Ia mengundang TUHAN memeriksa kata-katanya: "mulutnya" tidak melanggar. Ia telah menjaga dirinya dari kekerasan (17:4-5). Jadi, Raja Daud menyambut pemeriksaan TUHAN atas pikiran, perkataan, dan perbuatannya.

Kedua, TUHAN mengasihi Raja Daud dan juga mengasihi umat-Nya (17:6-12). Kata "kasih setia" (17:7) adalah terjemahan dari kata Ibrani "hesed". Kata ini adalah kesetiaan perjanjian (kovenan) TUHAN. TUHAN telah berjanji untuk menyelamatkan umat-Nya. Saat Raja Daud berkata, "Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib", dia memohon agar TUHAN mengingat janji-Nya kepada umat-Nya. Dengan mengingat hal ini, 17:7-9 tampaknya menunjuk pada kesetiaan TUHAN saat Ia membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan menetapkan perjanjian-Nya dengan mereka. Ungkapan "biji mata" dan "naungan sayap-Mu" menggemakan lagu dari Musa yang menggambarkan peristiwa Keluaran (Ulangan 32:10-12).

Ketiga, Raja Daud mengasihi TUHAN (17:13-15). Raja Daud menarik kontras antara dia dan musuh-musuhnya. Musuh-musuhnya mencintai dunia ini karena mereka berasal dari dunia dan bagian mereka ada di dalam dunia ini. Kata "mereka dari bumi" dapat diterjemahkan sebagai "manusia dari dunia", dan kata "agar mereka tidak mendapat bagian di antara orang-orang yang hidup" dapat diterjemahkan sebagai "yang bagiannya dalam dunia ini" (17:14). Manusia duniawi mengasihi dunia ini, sedangkan Raja Daud mengasihi TUHAN. Raja Daud "memandang wajah TUHAN" dan "puas dengan rupa TUHAN". Keduniawian bukanlah semata-mata masalah perilaku lahiriah, melainkan batiniah, yaitu di dalam hati.

Apa yang mengisi hati Anda sekarang: dunia atau TUHAN? Bagaimana agar TUHAN mau mendengar doa Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design