1 Raja-Raja 12:1-24

Kedaulatan Allah atas Kelemahan Kita

23 Juli 2021
Pdt. Sumito Sung

Saat suku-suku Israel yang tinggal di bagian Utara datang meminta keringanan menyangkut kewajiban mereka terhadap raja, Raja Rehabeam meminta waktu untuk berunding dengan para penasihatnya sebelum memberi jawaban. Para tua-tua menasihati agar raja menjawab rakyat dengan kata-kata yang baik untuk memenangkan hati mereka. Sayang, ia mengabaikan nasihat itu dan memilih untuk mengikuti nasihat orang-orang muda yang sebaya dengannya, yaitu menghadapi tuntutan itu dengan sikap keras, sehingga rakyat marah dan sepuluh suku Israel yang tinggal di sebelah Utara memberontak terhadap kekuasaan Raja Rehabeam. Dengan demikian, terpenuhilah ucapan yang Tuhan sampaikan kepada Yerobeam dengan perantaraan Nabi Ahia (12:15), Sepuluh suku Israel diberikan Tuhan kepada Yerobeam. Kesombongan dan kebodohan Raja Rehabeam dan teman-teman sebayanya membuat Kerajaan Israel terpecah dua! Sepuluh suku Israel di bagian Utara menobatkan Yerobeam menjadi raja Kerajaan Israel Utara. Ingatlah bahwa keturunan Yusuf dihitung sebagai dua suku, yaitu suku Efraim dan suku Manasye. Suku Lewi tidak ikut dihitung karena tempat tinggal mereka tersebar di seluruh Israel, bagian Selatan maupun bagian Utara. Hanya suku Yehuda dan suku Benyamin saja yang tetap setia kepada keluarga Raja Daud yang menguasai Kerajaan Yehuda atau Israel Selatan. Tuhan tetap setia kepada janji yang Ia berikan kepada Raja Daud (2 Samuel 7:16), yaitu bahwa keturunan dan kerajaannya tidak akan musnah. Janji bahwa Mesias akan berasal dari keturunan Daud pasti akan terwujud. Raja Rehabeam tidak dapat membatalkan perjanjian itu, tetapi dia bisa menodainya.

Raja Rehabeam berusaha mengambil kembali Israel Utara. Ia mengerahkan tentaranya untuk memerangi kaum Israel. Namun, firman Tuhan menghentikan niatnya. Dia mendengaran firman Tuhan (12:24). Kita perlu mengakui inisiatif Allah. Ia campur tangan melalui firman-Nya agar raja tidak melanjutkan kebodohannya. Ketika ia mengikuti firman Tuhan, itu adalah langkah kebijaksanaannya yang pertama. Pernahkah Anda mengalami keadaan serba salah yang diakibatkan oleh kesalahan dan kekerasan hati Anda sendiri? Saat Anda berada dalam keadaan seperti itu, apakah Anda bersedia merendahkan diri dan mendengarkan serta menaati firman Tuhan.

Pokok Doa
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Persiapan Persidangan Sinode GKY.
3. Yayasan Hidup Baru.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design