Kesadaran akan kesementaraan hidup membuat Musa menyadari pentingnya kehadiran TUHAN dalam hidupnya. TUHAN hadir bukan untuk menghukum, melainkan untuk melindungi umat-Nya. Oleh karena itu, TUHAN digambarkan sebagai tempat perteduhan atau tempat untuk berlindung bagi Umat-Nya dan bagi setiap orang yang mencari Dia (90:1). Jelas bahwa tempat perteduhan atau perlindungan ini pasti merupakan suatu tempat atau kondisi yang nyaman, aman, dan memberi ketenangan, sehingga kita terhindar dari mara bahaya. Musa meyakini bahwa hanya TUHAN sajalah yang sanggup memberi kepastian. Musa percaya bahwa hanya TUHAN saja yang mampu memberi hati yang bijaksana dan sukacita kepada umat-Nya (90:12,14-15), serta mampu memulihkan umat-Nya dan membuat apa yang dilakukan umat-Nya berhasil, sesuai dengan kehendak TUHAN (90:17, terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari). Semua ini pasti akan terwujud bila umat dengan setia berdiam di dalam TUHAN.
Apakah Anda hidup di dalam firman Allah? Atau anda selama ini berpikir bahwa masih banyak tempat dan kondisi yang lebih menyenangkan untuk Anda mempercayakan kehidupan Anda? Seberapa kokoh tempat dan kondisi itu sehingga sanggup melindungi diri Anda dan memberi ketenangan dalam hati Anda? Di luar TUHAN, tak ada tempat perlindungan yang kokoh! Andalkanlah TUHAN yang sanggup melindungi diri Anda!