Mazmur 119:73–104

Menghadapi Penderitaan

23 September 2022
GI Okky Chandra

Pernahkah Anda mendengar ayah Anda berkata, "Bila papa menghukum kamu, tidak berarti bahwa Papa tidak menyayangi kamu!"? Sering kali, pemahaman seorang anak tentang kasih orang tuanya terlalu sempit, sehingga kemarahan atau hukuman orang tua dimaknai sebagai kebencian, bukan kasih, padahal pendisiplinan anak adalah salah satu ekspresi kasih orang tua demi kebaikan sang anak.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, pemazmur menunjukkan bahwa ia memandang penindasan yang dialaminya sebagai bagian dari pendisiplinan TUHAN. Ia sadar bahwa hukum-hukum TUHAN adalah adil dan ia menerima kesengsaraan yang ia derita sebagai bentuk kesetiaan TUHAN kepada firman-Nya. Sikap pemazmur ini merupakan sebuah pelajaran berharga bagi kita, yaitu bahwa kesetiaan TUHAN bisa ditunjukkan melalui tindakan disiplin yang--meskipun menyakitkan--membawa kita untuk segera bertobat dan mengikuti jalan-Nya. Penulis kitab Ibrani memberikan pernyataan senada, yaitu bahwa pendisiplinan Tuhan menunjukkan bahwa kita bukanlah anak-anak gampang--atau anak-anak pelacur yang tidak jelas siapa ayahnya (Ibrani 12:5-8).

Setelah mengakui keadilan TUHAN dalam penindasan yang ia alami, pemazmur berdoa agar ia dianugerahi kasih setia TUHAN sebagai penghiburannya (119:76). Ia tidak meminta supaya penindasan itu dijauhkan, tetapi supaya dirinya diberi kekuatan untuk menghadapinya. Ia juga memohon belas kasihan TUHAN agar dirinya bisa tetap hidup (119:77). Kata ‘hidup’ di sini bukan hanya sekadar berarti bisa bernafas dan bisa bergerak, tetapi juga mencakup vitalitas--atau kemampuan bertahan--serta kegairahan kehidupan rohani. Dalam kesemuanya ini, pemazmur menyatakan kesukaannya akan Taurat TUHAN. Hal ini memperlihatkan kerinduan pemazmur untuk melakukan firman TUHAN seumur hidupnya.

Bagaimana Anda memaknai penderitaan atau kesengsaraan yang Anda alami? Penderitaan jelas tidak selalu identik dengan hukuman Tuhan. Terkadang, bisa ada alasan lain di balik kesengsaraan yang mungkin tidak akan pernah bisa Anda pahami. Yang penting adalah bagaimana Anda merespons penderitaan Anda. Apakah Anda berusaha menaati perintah Tuhan untuk sekadar bisa terlepas dari kesulitan, padahal Anda tidak sungguh-sungguh menggemari firman-Nya? Mintalah agar Tuhan menambahkan kecintaan kepada firman-Nya serta pandanglah hidup Anda sebagai kesempatan untuk menaati perintah-Nya!

Pokok Doa
1. Tentara Nasional Indonesia.
2. Guru-guru Kristen di Sekolah Negeri.
3. Komisi Kaleb di GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design