1 Korintus 14:1-28

Bahasa Roh dan Implementasinya

27 Mei 2023
Pdt. Timotius Fu

Seandainya seluruh anggota jemaat yang hadir dalam sebuah kebaktian berbicara dengan bahasa roh secara bersamaan, bagaimana respons orang yang hadir? Sebagian orang akan menganggap hal itu sebagai lawatan Roh Kudus yang membawa kebangunan rohani. Sebagian lain merasa risih dan menganggapnya sebagai praktik ibadah yang menyimpang. Pendapat mana yang benar? Perhatikanlah ajaran Alkitab tentang implementasi bahasa roh dalam pertemuan jemaat.

Ada empat prinsip implementasi karunia dalam pertemuan jemaat (1 Korintus 12-14). Pertama, karunia bahasa roh diberikan langsung oleh Roh Kudus sesuai dengan kebutuhan. Yang diberi karunia tidak dapat menolak, dan yang tidak diberi tidak dapat memaksa untuk memilikinya. Jadi, tidak semua orang percaya memiliki karunia berbahasa roh (12:30; 14:1). Oleh karena itu, karunia bahasa roh bukan prasyarat bagi seseorang untuk masuk surga atau bukan indikator untuk menentukan tingkat kerohanian seseorang. Kedua, tujuan pemberian karunia adalah untuk membangun jemaat, bukan membangun pribadi yang berbahasa roh (14:4, 12,26). Ketiga, wujud bahasa roh adalah kata-kata yang tidak dapat dipahami sehingga bahasa roh perlu ditafsir atau diterjemahkan. Jika tidak ada penafsir, orang percaya tak boleh berbahasa roh dalam pertemuan jemaat (14:2,5,13,28). Bahasa roh yang tidak ditafsir adalah ucapan yang sia-sia, bahkan bisa disalahpahami sebagai perkataan orang gila (14:9,23). Artinya, bahasa roh yang ditafsir berfungsi untuk membangun atau mengajar jemaat sehingga jemaat memahami isi hati Allah. Alkitab tidak menyebut fungsi lain dari karunia bahasa roh. Fungsi bahasa roh untuk penyembahan komunal, pengusiran roh jahat, atau saling memberkati sama sekali tidak disebut dalam Alkitab. Keempat, dalam pertemuan jemaat, jika ada orang yang berbahasa roh, hanya dua orang--maksimal tiga orang--yang diizinkan berbicara, dan praktik bahasa roh harus dilakukan seorang demi seorang serta langsung ditafsirkan (14:27). Fakta bahwa dalam gereja masa kini, Roh Kudus hampir tidak pernah memberikan karunia menafsir bahasa roh mengindikasikan bahwa seharusnya tidak boleh ada praktik bahasa roh dalam pertemuan ibadah.

Empat prinsip pengajaran Alkitab di atas adalah pedoman implementasi karunia bahasa roh dalam pertemuan jemaat, yang bisa menolong kita untuk mengenali implementasi yang menyimpang seperti misalnya keharusan bagi semua orang percaya untuk berbahasa roh sebagai prasyarat keselamatan, adanya kursus berbahasa roh, serta anggapan bahwa bahasa roh membuktikan tingkat kerohanian yang lebih tinggi. Selain penyimpangan di atas, apakah Anda menemukan penyimpangan yang lain?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design