Ulangan 1:19-46

Iman versus Takut

3 April 2024
Pdt. Sumito Sung

Musa menjelaskan bahwa umat Israel mematuhi perintah Allah untuk meninggalkan Gunung Horeb, "Kemudian kita berangkat dari Gunung Horeb dan berjalan melalui seluruh padang gurun yang besar dan mengerikan yang telah kamu lihat, ke arah pegunungan orang Amori, seperti yang diperintahkan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita." (1:19a). Perjalanan ini tidak mudah karena mereka harus melalui padang gurun yang berdebu, besar, dan mengerikan. Umat Allah telah melewati berbagai kesulitan. Musa menyinggung hal ini untuk menunjukkan bahwa umat Israel menaati Allah.

Selanjutnya, Musa berkata, "Lalu kita sampai ke Kades-Barnea" (1:19b). Kades-Barnea adalah wilayah pegunungan orang Amori serta merupakan perbatasan Tanah Perjanjian. "Orang Amori" adalah sebutan bagi kelompok etnis, tetapi juga bisa menunjuk pada seluruh penduduk Kanaan dan negeri di sebelah timur Sungai Yordan. Perhatikan bagaimana Musa mengatakan bahwa tanah ini "diberikan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita" (1:20). Musa menguatkan iman umat Allah dengan mengatakan, "Lihatlah, TUHAN, Allahmu, membentangkan negeri itu di hadapanmu. Maju dan dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Jangan takut dan jangan kecut hati" (1:21). Sekarang, umat Allah harus masuk dengan iman. Mereka tidak boleh ragu-ragu terhadap perintah Musa.

Ketakutan merupakan masalah. Musa mengatakan kepada umat Allah agar tidak takut dan kecut hati. Rasa takut adalah masalah yang sangat nyata bagi orang Israel. Nasihat Musa agar mereka tidak takut dicatat beberapa kali dalam Kitab Ulangan. Sekalipun demikian, mereka tetap takut dan mencari rasa aman, "Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita, dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan kota-kota yang akan kita datangi." (1:22). Dua kali Musa berkata bahwa TUHAN berjalan di depan mereka (1:30, 32-33). TUHAN akan memberi mereka kemenangan, sehingga mata-mata tidak diperlukan. Namun, mereka tidak memercayai TUHAN (1:32).

Ketakutan bermanfaat untuk mendorong kita agar waspada, tetapi ketakutan adalah dosa jika rasa takut itu melumpuhkan dan menghalangi kita untuk menaati Allah. Kita harus meyakini kedaulatan Allah! Berdoa sangat penting bagi orang beriman agar bisa menghadapi rasa takut. Saat berdoa, kita merenungkan kedaulatan Allah. Apakah Anda bersandar kepada Allah saat Anda takut?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design