Bagaimana seharusnya kita menjalani hidup kita, padahal kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi? Pengkhotbah menasihati pembacanya agar tidak hanya berharap dan hanya bergantung pada satu perkara yang sedang dikerjakan dan menunggu hasilnya. Orang yang berhikmat adalah orang yang rajin menabur dalam berbagai kesempatan karena tidak ada seorang pun yang tahu yang mana yang akan berhasil. Banyak hal yang tidak kita mengerti. Kita juga tidak mengetahui pekerjaan Allah secara jelas. Namun, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa sesuatu pasti akan terjadi. Misalnya, jika awan-awan sudah penuh dengan air, hujan pasti akan turun (11:3). Akan tetapi, banyak karya Allah yang tidak akan bisa kita selami secara tuntas, misalnya bagaimana pembentukan janin di dalam rahim sampai menjadi seorang bayi (11:5).
Pengkhotbah menasihati orang-orang muda untuk menikmati masa muda mereka dengan hati yang takut akan Allah karena Allah akan mengadili dan menghakimi segala hal yang kita lakukan. Masa muda kita adalah kesia-siaan (cepat menguap), dan pengadilan Allah menanti kita sesudah kita meninggalkan dunia ini. Bagaimana Anda menanggapi hal ini? Pengkhotbah mengingatkan agar kita mengingat Pencipta kita pada waktu kita masih muda, yaitu sebelum tiba hari-hari yang malang atau kondisi yang sukar. Di bagian ini (12:1-8), Pengkhotbah menggunakan kiasan (metafora) untuk menunjuk hari-hari yang malang, saat sudah tidak ada kesenangan. Hari-hari yang malang menunjuk pada hari-hari saat seseorang menderita ketika menginjak usia lanjut. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari kiasan-kiasan tersebut: "Penjaga-penjaga rumah" adalah simbol lengan atau tangan (bandingkan dengan orang lansia yang kedua tangannya gemetar karena menderita penyakit parkinson. "Perempuan-perempuan penggiling" adalah kiasan dari gigi. "Yang melihat dari jendela" adalah kiasan dari mata. "Pohon badam berbunga" adalah kiasan dari rambut yang beruban. Kemudian, "tempayan … roda timba" adalah alat penampungan air dengan air sebagai simbol sumber kehidupan. Alat penampungan ini dipecahkan atau dihancurkan sebagai simbol keterpisahan dari sumber yang memberi kehidupan.
Jadi, Pengkhotbah menasihati orang-orang muda bahwa sebelum mereka sakit karena faktor usia serta sebelum mereka mati, mereka harus mengingat Allah karena Allah akan mengadili setiap pekerjaan mereka. Bagaimana Anda menjalani masa muda Anda? Pengkhotbah berkata, Sebelum hari kematian, "ingatlah akan Penciptamu!"