Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan dua sisi karya Allah yang tidak terpisahkan, yaitu hukuman yang adil dan janji keselamatan yang penuh kasih. Yerusalem digambarkan sebagai kota yang memberontak, yang tidak mau mendengar anjuran dan tidak memedulikan teguran; tidak percaya kepada TUHAN dan tidak datang kepada Allahnya (3:2). Pemimpin-pemimpin mereka digambarkan seperti singa yang mengaum, para hakim seperti serigala yang menerkam, dan para imam menajiskan apa yang kudus (3:3-4). Ibadah masih dilakukan, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan. Meskipun setiap pagi TUHAN menyatakan keadilan-Nya, umat tidak mau belajar. Mereka melihat bagaimana bangsa-bangsa jatuh karena dihukum Allah (3:5-6), namun tetap tidak mau bertobat (3:7). Gambaran ini menunjukkan bahwa kehancuran rohani selalu dimulai dari hati yang menolak suara Tuhan, hingga dosa dianggap biasa, dan teguran Allah tidak lagi menggugah.
Sekalipun demikian, Zefanya 3 tidak berhenti pada hukuman. Setelah kegelapan disingkapkan, Allah mulai menyampaikan janji pemulihan-Nya. Allah berfirman bahwa Ia akan mengumpulkan bangsa-bangsa dan menyucikan bibir mereka, supaya sekalian mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya bahu-membahu, (3:9). Ia akan menyingkirkan orang-orang yang congkak, dan meninggalkan suatu umat yang hina dina, rendah hati, dan mencari perlindungan pada nama TUHAN (3:11–12). Umat yang dipulihkan tidak lagi melakukan kelaliman, berbohong, menipu. Mereka hidup dengan damai dan berbaring tanpa rasa takut (3:13). Pemulihan Allah bukan hanya menghapus hukuman, tetapi membentuk kembali karakter umat-Nya. Puncak dari janji keselamatan itu begitu indah dan menggetarkan hati, TUHAN Allahmu, ada di tengah-tengahmu. Dialah pejuang yang memberi kemenangan. Ia bergembira atasmu dengan penuh sukacita. Ia membarui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai. (3:17). Gambaran ini bukan sekadar pemulihan moral atau keadaan, melainkan pemulihan hubungan. Allah bukan hanya memaafkan, tetapi Ia juga bersukacita atas umat-Nya yang kembali.
Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan pola kasih Allah: Teguran-Nya menahan kita agar tidak semakin tersesat, dan janji keselamatan-Nya menuntun kita pulang. Oleh karena itu, saat firman Tuhan menegur, jangan tumpulkan hati Anda! Apakah Anda telah membuka hidup Anda kepada Allah yang adil dan sekaligus penuh dengan anugerah itu? Dia menghukum untuk memurnikan, dan Ia memulihkan untuk mengangkat kita kembali ke dalam kasih-Nya yang kekal!