Percakapan yang berlangsung saat perjamuan makan terakhir sebelum Kristus ditangkap amat mengesankan. Yesus Kristus menyampaikan bahwa ada seorang pengkhianat di antara para murid! Yang menarik, mengapa para murid tidak bisa langsung menduga siapa pengkhianat itu? Ketidakpekaan para murid untuk mendeteksi siapa si pengkhianat menunjukkan bahwa Yesus Kristus memperlakukan semua murid-Nya tanpa membeda-bedakan. Walaupun Ia tahu bahwa Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat, sikap Sang Guru terhadap murid pengkhianat itu tidak berubah. Walaupun sadar bahwa diri-Nya akan dikhianati, Sang Guru tidak bersikap sinis terhadap si pengkhianat, sehingga murid-murid yang lain tidak menyadari keberadaan si pengkhianat itu. Seusai perbincangan tentang si pengkhianat, Tuhan Yesus memberikan sebuah pesan penting, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (13:34-35). Perintah untuk saling mengasihi yang disampaikan di sini adalah saling mengasihi di antara para murid. Jelas bahwa adanya pengkhianat di antara para murid tidak boleh menjadi alasan bagi para murid untuk mengabaikan perintah saling mengasihi.
Globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan efek pandemi cenderung meningkatkan sikap mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kebersamaan, sehingga identitas murid-murid Kristus sebagai komunitas yang saling mengasihi makin jarang terlihat. Bagaimana kita bisa membentuk komunitas yang saling mengasihi bila masing-masing di antara kita cenderung mengutamakan kepentingan diri sendiri? Untuk bisa membentuk komunitas yang saling mengasihi, pertama-tama kita harus saling memperhatikan agar kita bukan hanya mengerti keperluan diri sendiri, tetapi juga memahami keadaan orang lain. Kita tidak mungkin saling membantu dan saling mendoakan bila kita tidak memulai dengan saling memedulikan. Komunitas yang saling memedulikan dan saling membantu seperti yang terjadi dalam gereja mula-mula perlu ditumbuhkan kembali pada masa kini agar umat Kristen bisa menjadi suatu komunitas yang saling mengasihi, dan demikian memenuhi standar sebagai murid-murid Kristus (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 4:32-35). Periksalah diri Anda: Apakah Anda adalah murid Kristus? Apakah Anda dan gereja Anda telah memenuhi standar untuk bisa dikenal sebagai komunitas murid-murid Kristus (Yohanes 13:34-35)?