Kidung Agung 5:2-6:3

Penyembuh Kerinduan

23 Juni 2026
Pdt. Timotius Fu

Mimpi adalah bunga tidur. Kerinduan dan ketakutan di alam nyata akan terbawa ke alam mimpi. Inilah yang digambarkan di bagian pertama bacaan Alkitab hari ini (5:2-8). Sang gadis tidur, tetapi hatinya bangun. Ia bermimpi dan isi mimpinya mengungkapkan rasa rindu yang sangat kuat terhadap kekasihnya. Ia bermimpi bahwa kekasihnya datang mengunjunginya di kamar saat ia bersiap untuk tidur. Dalam kegalauan, ia ragu apakah ia harus membuka pintu dan menyambut kekasihnya masuk ke dalam kamar tidurnya. Namun, saat membuka pintu, ia tidak menemukan kekasih yang sudah pergi meninggalkannya. Kerinduan yang kuat menciptakan rasa takut kehilangan kekasih. Ketakutan menjadi nyata dalam mimpinya. Saat kehilangan kekasih, masih dalam mimpi, ia pergi mencari kekasihnya. Ia bermimpi buruk bukan hanya tidak menemukan kekasihnya, tetapi justru mengalami pelecehan fisik dari orang jahat. Saat terbangun, ia sadar bahwa itu semua hanya mimpi yang lahir dari hati yang sedang sakit asmara.

Bagian kedua bacaan Alkitab hari ini menceritakan sang gadis kembali ke alam sadar (5:9-6:3). Di hadapan para sahabatnya, putri-putri Yerusalem, ia memuji-muji kesempurnaan kekasihnya. Ia memuji penampilan fisik kekasihnya yang sempurna, mulai dari kulit yang bersih dan berkilau, kepala dengan rambut yang lebat dan bergelombang, mata yang lembut namun memancarkan cinta yang mendalam, pipi dan bibir yang menjadi tempat kecupan yang meninggalkan perasaan manis dan indah, anggota tubuh yang menawan bagaikan berbagai macam permata, dan perawakan yang seperti Gunung Libanon, simbol ketampanan dan keperkasaan yang sempurna. Selain perawakan yang sempurna, kekasihnya juga baik hati karena selalu mengucapkan kata-kata yang manis dan menguatkan. Di atas semua pujiannya, ia menegaskan ulang janji setia untuk saling memiliki di antara mereka. Ia yakin kekasihnya akan setia kepadanya meskipun dikelilingi banyak gadis dalam kehidupannya.

Bacaan Alkitab hari ini mengungkapkan realitas relasi gereja dengan Kristus. Terkadang, gereja seperti bermimpi saat Kristus terasa tidak hadir di tengah pergumulan, ketakutan, dan kesulitan. Pengalaman sang gadis mengajarkan bahwa gereja dapat melakukan dua hal saat menghadapi pergumulan berat. Pertama, selalu mengingat kesempurnaan dan kebaikan Kristus. Kedua, selalu mengingat janji setia Kristus yang tidak pernah meninggalkan gereja-Nya dalam segala keadaan. Sebagai bagian dari gereja, pernahkah Anda merasa bahwa Allah tidak hadir di tengah pergumulan hidup? Bagaimana Anda mengatasinya? Bacaan Alkitab hari ini menolong kita merespons secara tepat di tengah pergumulan hidup.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design