Yehezkiel 6-7

Akhir dari Berhala

4 Juli 2026
GI Jokhana

Hati Allah amat sedih dan kecewa melihat Israel yang jatuh ke dalam penyembahan berhala. Di pasal 6, TUHAN menyatakan penghakiman-Nya kepada "gunung-gunung Israel", yaitu tempat mereka menyembah berhala. Di situlah akar dosa mereka, yaitu menggantikan Allah dengan sesuatu yang lain. Umat yang seharusnya setia justru berkhianat. Umat Israel jatuh dalam penolakan untuk menjalin relasi dengan Allah. Oleh karena itu, Allah bertindak untuk memulihkan "pengenalan akan TUHAN" itu. Ia menghancurkan mezbah-mezbah, meruntuhkan patung-patung, dan mempermalukan berhala-berhala yang mereka sembah. Yang mereka andalkan justru menjadi saksi kehancuran mereka.

Pasal 7 membawa kita pada nada yang begitu mendesak bahwa, "Semuanya akan berakhir. Bencana akan datang. Kesudahan datang. Waktunya sudah tiba." Penghakiman bukan ancaman yang masih jauh, tetapi realitas yang sudah di depan mata. Semua yang biasa diandalkan manusia akan runtuh. Kekayaan tak bisa menyelamatkan. Kekuasaan tak berdaya. Sistem keagamaan kehilangan jawaban. TUHAN menghukum umat Israel sesuai dengan perbuatan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penghakiman-Nya adil dan tak dapat dihindari. Namun, yang terpenting untuk diperhatikan adalah tujuan penghukuman, yaitu agar mereka "mengetahui bahwa Akulah TUHAN." (6:10,13,14;7:4,9). Penghakiman Allah bukan luapan marah yang tak terarah, melainkan tindakan yang memulihkan. Penghakiman Allah bukan untuk menghancurkan, tetapi agar manusia kembali mengenal Dia sebagai satu-satunya Allah sejati, karena berhala tidak pernah dapat menolong. Penghakiman Allah adalah sarana pewahyuan untuk menyatakan siapa diri-Nya. Melalui runtuhnya berhala dan hancurnya semua sandaran palsu, TUHAN membuka mata umat-Nya untuk melihat bahwa Dialah satu-satunya Allah yang sejati, kudus, berdaulat, dan tak tergantikan.

Semua berhala pada masa kini—termasuk keamanan, kenyamanan, keberhasilan, harta, relasi, ambisi—bisa runtuh dalam sekejap. Hanya TUHAN yang tetap teguh! Sering kali, kita baru sungguh-sungguh mengenal Dia ketika "berhala" dalam hidup kita hancur. Melalui krisis, kegagalan, atau kehancuran semua rencana kita, TUHAN membawa kita kembali kepada-Nya. TUHAN bukan ingin menghancurkan kita, tetapi Dia ingin memulihkan relasi kita dengan Dia. Apakah Anda terus berpegang pada yang rapuh atau menunggu sampai "akhir itu datang" dan baru mau berbalik kepada-Nya? Maukah Anda bertobat dan kembali kepada-Nya saat ini? Jangan menunda atau menyia-nyiakan kesempatan. Belajarlah mengenal Dia hari ini sebagai satu-satunya Allah sejati yang selayaknya Anda sembah!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design